Situationship Lagi Tren, Nyaman Tanpa Status tapi Rawan Bikin Luka

gaya hidup | 06 April 2026 06:51

Situationship Lagi Tren, Nyaman Tanpa Status tapi Rawan Bikin Luka
Ilustrasi. Situationship kini banyak dijalani kawula muda, tapi perku diketahui ada plus dan minusnya. (dok cnn)

 

 

SURABAYA, PustakaJC.co – Fenomena situationship kian marak di kalangan anak muda. Hubungan ini menawarkan kedekatan tanpa status jelas—terasa nyaman, tapi sering berujung tanda tanya: “sebenarnya kita ini apa?”

 

Dalam praktiknya, situationship berada di antara fase pendekatan dan hubungan serius. Kedekatan emosional bahkan fisik bisa terjadi, namun tanpa komitmen, batasan, atau arah yang pasti. Dilansir dari cnnindonesia.com, Senin, (6/4/2026).

 

Pakar hubungan dari KMA Therapy, Kimberly Moffit, menyebut kondisi ini kerap membuat kedua pihak berjalan dengan ekspektasi berbeda. Di satu sisi terasa menyenangkan, di sisi lain rawan memicu kebingungan.

 

Tren ini muncul seiring perubahan pola hubungan modern. Banyak orang kini memilih relasi yang lebih fleksibel dan tidak terburu-buru berkomitmen. Ditambah lagi, aplikasi kencan membuat pilihan pasangan semakin luas—sehingga komitmen sering ditunda.

 

Ada Untungnya, Tapi…

 

 

 

Situationship bukan selalu buruk. Jika kedua pihak sepakat, hubungan ini bisa menjadi ruang eksplorasi tanpa tekanan, membantu memahami kebutuhan emosional, sekaligus melatih komunikasi.

 

Namun, risikonya juga nyata. Ketidakjelasan status sering membuat salah satu pihak merasa “digantung”. Perasaan yang tumbuh tidak seimbang juga kerap berujung konflik.

 

Lebih jauh, terlalu lama bertahan dalam hubungan tanpa arah bisa membuat seseorang kehilangan kesempatan menjalin relasi yang lebih sehat dan pasti.

 

Mengakhiri situationship memang tidak mudah, apalagi jika perasaan sudah terlibat. Namun, kejelasan tetap menjadi kunci.

 

 

 

Mulai dari memahami apa yang benar-benar diinginkan, lalu komunikasikan secara jujur tanpa saling menyalahkan. Jika tidak menemukan titik temu, menjaga jarak bisa menjadi langkah paling sehat.

 

Pada akhirnya, situationship bisa berjalan aman jika kedua pihak berada di frekuensi yang sama. Tapi jika tidak, hubungan tanpa status ini lebih sering meninggalkan luka daripada cerita bahagia. (ivan)