Namun, rasio kredit macet (TWP90) tertinggi tercatat di DKI Jakarta sebesar 11,58 persen. Angka ini menjadi peringatan akan meningkatnya risiko gagal bayar di tengah tingginya penggunaan pinjol.
Lonjakan ini menjadi alarm bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam memanfaatkan pinjaman digital, serta tidak menjadikannya sebagai solusi instan tanpa perhitungan matang. (ivan)