Sering Makan Larut Malam? Ini 5 Cara Menjaga Berat Badan Tetap Ideal Tanpa Harus Menahan Lapar

gaya hidup | 15 Juni 2026 04:20

Sering Makan Larut Malam? Ini 5 Cara Menjaga Berat Badan Tetap Ideal Tanpa Harus Menahan Lapar
Dok tempo

SURABAYA, PustakaJC.co - Makan larut malam kerap dianggap sebagai penyebab utama kenaikan berat badan. Tak sedikit orang yang khawatir kebiasaan mengonsumsi makanan menjelang tidur akan membuat timbangan terus bergerak naik.

 

Padahal, para ahli menyebut kenaikan berat badan tidak semata-mata ditentukan oleh waktu makan, melainkan juga jenis makanan, jumlah kalori yang dikonsumsi, serta bagaimana tubuh mengelola energi yang masuk.

 

Bagi pekerja sif malam, mahasiswa, maupun masyarakat dengan aktivitas padat, makan malam terkadang menjadi pilihan yang sulit dihindari. Namun dengan strategi yang tepat, kebiasaan tersebut tetap bisa dilakukan tanpa harus mengorbankan berat badan ideal.

 

Salah satu langkah penting adalah memberikan jeda waktu yang cukup antara makan dan tidur. Para pakar kesehatan menyarankan makan terakhir dilakukan setidaknya tiga jam sebelum waktu istirahat malam.

 

Jeda tersebut memberi kesempatan bagi sistem pencernaan untuk mengolah makanan secara optimal sekaligus membantu tubuh membakar energi sebelum memasuki fase tidur.

 

Selain itu, mengontrol porsi makan juga menjadi faktor yang tidak kalah penting. Saat lapar di malam hari, banyak orang cenderung mengonsumsi makanan dalam jumlah berlebihan.

 

Padahal kebutuhan energi tubuh pada malam hari jauh lebih rendah dibandingkan siang hari. Karena itu, memilih camilan sehat dengan porsi terbatas dapat menjadi solusi yang lebih bijak.

 

Pemilihan jenis makanan juga berpengaruh besar terhadap pengelolaan berat badan. Makanan tinggi lemak jenuh, gorengan, serta makanan dengan kandungan gula berlebih sebaiknya dihindari karena membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna.

 

Sebaliknya, makanan yang kaya protein tanpa lemak dan serat seperti sayuran hijau dinilai lebih baik karena mampu memberikan rasa kenyang lebih lama tanpa memicu lonjakan gula darah secara drastis.

 

Di samping pola makan, aktivitas fisik tetap memegang peran penting. Olahraga secara rutin membantu tubuh membakar kalori dan menjaga metabolisme tetap aktif.

 

Setidaknya 30 menit aktivitas fisik setiap hari dapat membantu mengurangi risiko penumpukan lemak akibat asupan kalori berlebih.

 

Hal lain yang sering luput dari perhatian adalah kebutuhan cairan tubuh. Tidak sedikit orang yang mengira dirinya lapar, padahal sebenarnya mengalami dehidrasi ringan.

 

Karena itu, sebelum memutuskan makan di malam hari, minum segelas air putih terlebih dahulu bisa menjadi langkah sederhana untuk memastikan apakah tubuh benar-benar membutuhkan makanan.

 

Para ahli menegaskan bahwa menjaga berat badan ideal bukan berarti harus menghindari makan malam sepenuhnya. Kunci utamanya terletak pada disiplin mengatur pola makan, memilih jenis makanan yang tepat, serta memahami ritme biologis tubuh.

 

Dengan menerapkan kebiasaan tersebut secara konsisten, makan malam tidak lagi menjadi momok yang menakutkan bagi mereka yang ingin tetap menjaga bentuk tubuh dan kesehatan jangka panjang. (int)