Dokter Ingatkan Pelari Maraton Waspadai Lonjakan Detak Jantung Saat Berlomba

gaya hidup | 15 Juni 2026 20:46

Selain latihan fisik, pelari juga perlu memahami kondisi kesehatannya secara menyeluruh. Pemeriksaan kesehatan menjadi penting, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, maupun penyakit jantung.

Menurut Anindia, kondisi penyakit yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko saat berlari jarak jauh. Bahkan, penggunaan obat-obatan tertentu juga berpotensi memengaruhi detak jantung maupun kadar gula darah selama aktivitas fisik berlangsung.

“Bagaimana kondisi penyakit tersebut, apakah terkontrol atau tidak. Karena mungkin bila kita ada diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung, ada obat-obat yang perlu disesuaikan dosisnya karena mungkin obat tersebut mengganggu kerja gula darah dan detak jantung selama pasien itu mungkin melakukan maraton,” jelasnya.

Tak hanya itu, aspek hidrasi juga menjadi perhatian penting. Anindia menyarankan pelari untuk mengonsumsi cairan secara teratur, setidaknya setiap menempuh jarak sekitar 2,5 kilometer guna mencegah dehidrasi selama perlombaan.

Setelah menyelesaikan maraton, pelari juga dianjurkan melakukan peregangan otot agar tubuh lebih cepat pulih dan terhindar dari risiko kram maupun cedera pasca-lomba.

Melalui persiapan yang matang, pemantauan kondisi tubuh, serta manajemen hidrasi yang baik, para pelari diharapkan dapat menyelesaikan maraton dengan aman sekaligus memperoleh manfaat optimal bagi kesehatan. (nov)