Milia di Wajah Tak Kunjung Hilang? Kenali Penyebab dan Cara Aman Mengatasinya

gaya hidup | 16 Juni 2026 18:53

Milia di Wajah Tak Kunjung Hilang? Kenali Penyebab dan Cara Aman Mengatasinya
Dok halodoc

SURABAYA, PustakaJC.co - Munculnya bintik putih kecil di area wajah sering kali dianggap sebagai jerawat atau komedo biasa. Padahal, kondisi tersebut bisa jadi merupakan milia, yaitu kista kecil berisi keratin yang terjebak di bawah permukaan kulit dan cukup sulit dihilangkan tanpa penanganan yang tepat.

 

Milia umumnya muncul di area bawah mata, pipi, hingga sekitar hidung. Meski tidak berbahaya bagi kesehatan, keberadaannya sering mengganggu penampilan karena membuat tekstur kulit terlihat kurang halus.

 

Berbeda dengan komedo atau jerawat, milia tidak dapat dengan mudah dikeluarkan hanya dengan cara dipencet. Hal ini karena milia tertutup lapisan kulit sehingga isi di dalamnya tidak dapat keluar secara alami.

 

Kondisi kulit ini dapat dialami siapa saja, mulai dari bayi hingga orang dewasa, dengan berbagai faktor pemicu yang berbeda.

 

Milia terbentuk akibat penumpukan keratin dan sel kulit mati yang terperangkap di bawah permukaan kulit. Pada orang dewasa, kondisi ini sering dipengaruhi oleh proses regenerasi kulit yang melambat.

 

Selain itu, penggunaan produk skincare atau makeup yang terlalu berat dan bersifat oklusif juga dapat meningkatkan risiko munculnya milia, terutama pada area wajah yang sensitif.

 

Paparan sinar matahari berlebihan turut menjadi faktor yang dapat memengaruhi proses regenerasi kulit sehingga memicu terbentuknya milia.

 

Dalam beberapa kasus, milia juga dapat muncul setelah kulit mengalami iritasi, luka ringan, atau proses penyembuhan tertentu yang menyebabkan keratin terjebak di dalam kulit.

 

Meski terlihat mengganggu, para ahli menyarankan agar milia tidak dipencet secara mandiri. Tindakan tersebut berisiko menyebabkan iritasi, peradangan hingga meninggalkan bekas pada kulit.

 

Apabila jumlahnya masih sedikit, milia dapat hilang secara alami seiring proses pergantian sel kulit. Namun, proses tersebut biasanya membutuhkan waktu yang tidak singkat.

 

Untuk membantu mempercepat regenerasi kulit, penggunaan produk perawatan yang mengandung AHA, BHA atau retinol dapat menjadi pilihan, tentunya disesuaikan dengan kondisi dan toleransi kulit masing-masing.

 

Sementara untuk milia yang jumlahnya banyak atau tidak kunjung hilang, tindakan ekstraksi oleh dokter kulit menjadi solusi yang lebih aman karena dilakukan menggunakan alat steril dan prosedur yang tepat.

 

Pencegahan juga menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko munculnya milia di wajah. Salah satunya dengan menjaga kebersihan kulit dan memilih produk skincare sesuai kebutuhan kulit.

 

Penggunaan krim yang terlalu berat, terutama di area sekitar mata, sebaiknya dihindari karena dapat memicu penumpukan keratin di bawah permukaan kulit.

 

Eksfoliasi secara rutin namun tidak berlebihan juga dapat membantu mengangkat sel kulit mati sehingga proses regenerasi kulit berjalan lebih optimal.

 

Selain itu, penggunaan sunscreen setiap hari penting dilakukan untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet yang dapat mempercepat kerusakan kulit dan mengganggu proses regenerasi alami.

(int)