SURABAYA, PustakaJC.co – Sebuah penelitian terbaru mengungkap temuan yang mengkhawatirkan. Generasi Milenial dan Gen Z ternyata mengalami penuaan biologis lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya pada usia yang sama. Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor meningkatnya kasus kanker yang menyerang kelompok usia muda.
Penelitian yang dipublikasikan dan dikutip dari ScienceAlert menganalisis lebih dari 150 ribu data biomarker darah menggunakan metode PhenoAge, yakni pengukuran usia biologis berdasarkan kondisi organ dan sel tubuh, bukan sekadar usia yang tercatat di kartu identitas.
Para peneliti menilai usia biologis melalui sejumlah indikator penting, di antaranya kadar C-Reactive Protein (CRP) sebagai penanda peradangan, kadar glukosa, kreatinin untuk fungsi ginjal, hingga jumlah sel darah putih yang menggambarkan kondisi sistem kekebalan tubuh.
Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok yang lahir pada era 1990-an memiliki usia biologis jauh lebih tua dibandingkan generasi yang lahir pada akhir 1960-an ketika berada pada usia kronologis yang sama.
Risiko Kanker Meningkat
Penuaan biologis yang berlangsung lebih cepat membuat kerusakan sel dan DNA terjadi lebih dini. Kondisi tersebut meningkatkan peluang munculnya berbagai penyakit kronis, termasuk kanker pada usia muda.
Penelitian menemukan bahwa setiap peningkatan skor usia biologis berkaitan dengan kenaikan risiko kanker sebelum usia 55 tahun. Risiko paling tinggi ditemukan pada kanker paru-paru yang meningkat hingga 57 persen.
Selain itu, para ilmuwan juga menemukan bahwa penuaan sistem kekebalan tubuh berkaitan erat dengan meningkatnya risiko kanker paru-paru, sedangkan penuaan jaringan lemak berhubungan dengan risiko kanker kolorektal atau kanker usus besar.
Gaya Hidup Modern Diduga Menjadi Pemicu
Para peneliti menduga percepatan penuaan biologis tidak hanya dipengaruhi faktor genetik, tetapi juga perubahan gaya hidup modern.
Kurang tidur, konsumsi makanan ultra-proses, minim aktivitas fisik, obesitas, stres berkepanjangan, polusi udara, kebiasaan merokok, hingga paparan berbagai zat kimia dari lingkungan diduga mempercepat proses penuaan sel tubuh.
Kondisi tersebut membuat berbagai penyakit yang sebelumnya identik menyerang usia lanjut kini mulai banyak ditemukan pada kelompok usia produktif.
Para ahli mengingatkan bahwa penuaan biologis masih dapat diperlambat melalui pola hidup sehat, seperti rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tidur yang cukup, mengelola stres, menghindari rokok dan alkohol, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Dengan perubahan gaya hidup yang lebih sehat sejak usia muda, risiko penyakit kronis maupun kanker di kemudian hari dapat ditekan sehingga kualitas hidup tetap terjaga hingga usia lanjut.
(int)