Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup semacam itu memang memiliki manfaat kesehatan. Kebiasaan berjalan kaki setiap hari, mengonsumsi makanan segar, serta menjaga interaksi sosial yang baik menjadi faktor penting yang ditemukan pada masyarakat dengan usia panjang di berbagai wilayah dunia, termasuk Sardinia di Italia yang dikenal sebagai salah satu kawasan dengan angka harapan hidup tertinggi.
Penelitian terhadap para lansia berusia lebih dari 100 tahun di Italia juga menemukan bahwa mereka umumnya tetap aktif secara fisik dan sosial. Selain mengikuti pola makan Mediterania yang kaya sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian, mereka juga menjaga hubungan dekat dengan keluarga dan lingkungan sekitar.
Meski demikian, para pengamat mengingatkan agar tren ini tidak hanya dipahami sebagai gaya hidup estetik yang populer di media sosial. Kehidupan para nenek di masa lalu juga diwarnai berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan ekonomi hingga tuntutan sosial yang berat. Karena itu, nilai utama yang perlu diambil bukan sekadar tampilan visualnya, melainkan kebiasaan hidup sehat yang dijalankan secara konsisten.
Salah satu sosok yang menjadi inspirasi adalah Licia Fertz, perempuan Italia berusia 96 tahun yang tetap aktif menjalani berbagai kegiatan. Menurutnya, usia bukan alasan untuk berhenti menikmati hidup. Ia percaya bahwa menjaga semangat, tetap bersosialisasi, dan melakukan aktivitas yang disukai merupakan kunci untuk menua dengan sehat.
Pada akhirnya, nonnamaxxing menjadi pengingat bahwa kebiasaan sederhana yang telah dijalani generasi terdahulu masih relevan hingga saat ini. Pola makan sehat, aktivitas fisik yang rutin, serta hubungan sosial yang hangat dapat menjadi fondasi penting untuk hidup yang lebih seimbang dan berkualitas. (ivan)