SURABAYA, PustakaJC.co — Kebiasaan menghabiskan seluruh makanan yang tersaji di piring ternyata tidak selalu sekadar soal rasa lapar. Dalam perspektif psikologi, perilaku tersebut dapat terbentuk dari pola asuh, kebiasaan sejak kecil, hingga cara seseorang memandang makanan.
Sejak kecil, sebagian orang terbiasa mendapat nasihat untuk tidak menyisakan makanan. Kebiasaan tersebut kemudian terbawa sampai dewasa dan membuat seseorang merasa kurang nyaman ketika meninggalkan makanan di piring. Dilansir dari gresiksatu.com, Minggu, (23/8/3026).
Meski demikian, kebiasaan menghabiskan makanan tidak dapat digunakan sebagai ukuran mutlak untuk menentukan karakter atau kepribadian seseorang.
Terbiasa Menghargai Makanan
Orang yang selalu menghabiskan makanan umumnya memiliki kebiasaan untuk menghargai makanan dan menghindari pemborosan. Mereka dapat merasa tidak nyaman apabila makanan yang sudah diambil justru berakhir di tempat sampah.
Nilai tersebut bisa muncul dari lingkungan keluarga. Pola asuh yang menekankan pentingnya menghargai makanan dapat membentuk perilaku yang bertahan dalam jangka panjang.
Suka Menyelesaikan Sesuatu
Menghabiskan makanan juga dapat memberikan rasa puas karena seseorang merasa telah menyelesaikan sesuatu yang dimulai.
Namun, hal ini tidak berarti setiap orang yang selalu mengosongkan piring memiliki kepribadian yang sama. Perilaku tersebut tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, termasuk kebiasaan dan lingkungan.
Kebiasaan Bisa Mengalahkan Rasa Kenyang
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah ketika seseorang tetap makan meskipun tubuh sebenarnya sudah merasa kenyang.
Dalam kondisi tertentu, kebiasaan untuk menghabiskan makanan dapat membuat seseorang lebih fokus pada makanan yang tersisa daripada memperhatikan sinyal kenyang dari tubuh.
Jika berlangsung terus-menerus dan porsi makanan tidak terkontrol, kebiasaan tersebut berpotensi mendorong konsumsi makanan berlebihan.
Makanan Bisa Memiliki Nilai Emosional
Bagi sebagian orang, makanan bukan hanya sesuatu yang dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Makanan juga dapat menjadi simbol perhatian dan kasih sayang, terutama ketika hidangan disiapkan oleh keluarga.
Karena itu, menghabiskan makanan dapat dianggap sebagai bentuk penghargaan kepada orang yang telah menyiapkannya.
Cara Mengontrol Kebiasaan
Menghargai makanan tetap dapat dilakukan tanpa harus memaksakan diri menghabiskan makanan ketika sudah kenyang.
Salah satu cara yang dapat diterapkan adalah mengambil makanan dalam porsi secukupnya. Menggunakan piring dengan ukuran lebih kecil juga dapat membantu mengontrol jumlah makanan yang diambil.
Yang tidak kalah penting adalah belajar mengenali sinyal lapar dan kenyang dari tubuh. Jika sudah merasa kenyang, tidak perlu memaksakan diri hanya karena ingin membuat piring benar-benar kosong.
Pada akhirnya, kebiasaan menghabiskan makanan merupakan perilaku yang dapat dipengaruhi oleh pola asuh, budaya, rutinitas, dan pengalaman seseorang. Kebiasaan tersebut tidak selalu buruk, tetapi tetap perlu diimbangi dengan kemampuan mengontrol porsi dan mendengarkan kebutuhan tubuh. (ivan)