SIDOARJO, PustakaJC.co – Penggunaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Jawa Timur menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan. Kenaikan harga minyak dunia yang mendorong pemerintah menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) turut memicu lonjakan adopsi kendaraan ramah lingkungan di wilayah ini.
Dampak dari masifnya beralihnya masyarakat ke EV tercermin langsung pada konsumsi energi listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) seluruh Jawa Timur. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur mencatat total pemakaian daya SPKLU di wilayahnya telah menembus angka 5,59 juta kilowatt hour (kWh) hingga Agustus 2026. Dilansir dari jawapos.com, Jumat, (2/10/2026).
"Jumlah kWh sepanjang tahun 2026 sampai dengan Agustus 2026 itu tercatat mencapai 5,59 juta kWh," ujar General Manager PT PLN UID Jawa Timur, Eric Rossi Priyo Nugroho, usai meresmikan SPKLU Center PLN UP3 Surabaya Barat di Jalan Taman Barat Nomor 48, Taman, Sidoarjo, Kamis (1/10).
Eric menuturkan, angka tersebut mencerminkan pertumbuhan pemakaian energi yang sangat pesat jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pemakaian listrik di jaringan pengisian EV Jawa Timur melonjak hingga kurang lebih 400 persen atau melesat empat kali lipat.
Meski demikian, Eric menggarisbawahi bahwa data yang tercatat saat ini baru mencakup aktivitas pengisian di SPKLU resmi serta home charging terdaftar melalui pelaporan dealer kendaraan.
"Jadi yang bisa kami monitor adalah SPKLU, kemudian masyarakat yang mendaftarkan home chargingatau pengisian yang menggunakan wall charger yang dibawakan oleh dealer kendaraan. Selain itu, misalnya masyarakat yang penggunaan wall charging-nya tidak dipisah dengan instalasi rumah, ini belum bisa kita pastikan," tambahnya.
Untuk mengimbangi tingginya laju pertumbuhan kendaraan listrik, PLN UID Jawa Timur terus menggenjot penyediaan infrastruktur pendukung. Saat ini, tercatat ada sebanyak 327 unit SPKLU yang beroperasi di berbagai lokasi strategis di Jawa Timur, termasuk tujuh fasilitas baru yang ditempatkan di SPKLU Center PLN UP3 Surabaya Barat.
Namun demikian, ketersediaan fasilitas pengisian daya saat ini dinilai masih perlu diperluas agar bisa memenuhi rasio ideal. Saat ini, rasio perbandingan SPKLU dengan populasi mobil listrik di Jawa Timur berada di angka 1 berbanding 18, sementara acuan ideal di negara-negara maju berada pada skala 1 berbanding 10 hingga 12.
"Untuk mencapai rasio ideal 1 banding 10, kita masih kurang sekitar 215 SPKLU lagi, dan kami terus membuka skema kerja sama seluas-luasnya dengan mitra strategis," pungkas Eric. (ivan)