Pendiri Barayam Bagi TigaTips Penting Memulai Usaha Kuliner dari Nol

gaya hidup | 24 Oktober 2026 19:05

Pendiri Barayam Bagi TigaTips Penting Memulai Usaha Kuliner dari Nol
ILUSTRASI ayam goreng. (dok kompas)

SURABAYA, PustakaJC.co - Memulai bisnis kuliner dari nol kerap menjadi tantangan besar, terutama bagi pelaku usaha pemula yang belum memiliki rekam jejak maupun pengalaman di bidang pengolahan makanan.

 

Pengalaman tersebut dirasakan langsung oleh Tiara, pendiri Barayam, usaha kuliner spesialis ayam goreng bawang putih asal Ciledug, Tangerang, Banten. Sebelum merintis bisnis pada Januari 2026, Tiara dan sang kakak memiliki latar belakang pekerjaan di bidang hukum serta konsultasi keuangan syariah. Dilansir dari kompas.com, Sabtu, (24/10/2026).

 

Meski berawal dari skala kecil, usaha tersebut perlahan berkembang hingga mampu mencatatkan penjualan mencapai 300 porsi per hari pada masa Ramadan 2026.

 

 

 

Berdasarkan perjalanan membangun usahanya, Tiara membagikan tiga tips utama bagi masyarakat yang ingin merintis bisnis kuliner dari awal:

 

1. Mulai Berjualan dalam Kuantitas Sedikit

 

Bagi pemula, menentukan volume produksi awal adalah hal krusial. Tiara menyarankan agar pelaku usaha tidak langsung memproduksi makanan dalam jumlah besar untuk menekan risiko kerugian apabila produk belum terserap pasar.

 

Pada hari pertama berjualan, Barayam hanya modal satu ekor ayam yang dipotong menjadi 10 bagian. Dari lima potong yang digoreng saat itu, usaha tersebut hanya berhasil menjual satu porsi.

 

"Memulai jualan dengan quantity (kuantitas) yang sedikit, agar ketika tidak laku maka kerugian tidak terlalu besar," ujar Tiara. Strategi ini efektif digunakan untuk mengukur daya serap pasar sebelum meningkatkan kapasitas produksi.

 

 

 

2. Jaga Kualitas Produk dan Prosedur Kerja (SOP)

 

Seiring berkembangnya usaha, tantangan operasional akan semakin kompleks. Tiara menekankan pentingnya menjaga kualitas bahan serta kepatuhan terhadap Standard Operating Procedure (SOP) sejak tahap persiapan, pengolahan, hingga penyajian.

 

Proses tumbuh kembang Barayam pun tak lepas dari kendala operasional. Tiara mengungkapkan pihaknya sempat mengalami kehilangan alat masak hingga kegagalan teknik pengolahan ayam saat pesanan mulai melonjak, yang mengharuskan mereka membuang stok bahan baku hingga memproses pengembalian dana (refund) kepada konsumen.

 

Oleh karena itu, kedisiplinan dalam menjalankan SOP menjadi kunci penting agar standar kualitas produk tetap terjaga dalam kondisi apa pun.

 

 

 

3. Pertahankan Konsistensi Rasa

 

Rasa merupakan identitas utama sebuah usaha kuliner. Menurut Tiara, pelaku usaha sebaiknya tidak mengubah racikan bumbu dasar yang sudah familiar di lidah pelanggan.

Dalam membangun Barayam, proses research and development (R&D) dilakukan secara paralel sambil berjalan. Meski tidak banyak menghadapi masalah pada takaran resep, kendala justru lebih sering muncul pada teknik pengolahan daging ayam.

 

Bagi para pemula, mempertahankan takaran bumbu serta konsistensi metode pengolahan sangat diperlukan agar kualitas rasa yang diterima konsumen selalu sama di setiap pembelian. (ivan)