Ada sejumlah kondisi yang dapat menjadi alasan seseorang perlu lebih memperhatikan kesehatan mikrobioma usus.
1. Sering mengalami kembung dan gangguan pencernaan
Perut kembung setelah makan, produksi gas berlebih, diare, sembelit, hingga perubahan pola buang air besar yang tidak menentu merupakan beberapa keluhan pencernaan yang perlu diperhatikan.
Gangguan keseimbangan mikrobioma dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut. Dalam kasus tertentu, jenis probiotik tertentu berpotensi membantu mengurangi keluhan pencernaan.
2. Baru saja menjalani pengobatan antibiotik
Antibiotik digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Namun, penggunaannya juga dapat memengaruhi bakteri baik yang hidup di dalam saluran pencernaan.
Kondisi tersebut pada sebagian orang dapat memicu gangguan pencernaan, termasuk diare setelah penggunaan antibiotik.
Dalam situasi tertentu, probiotik dapat membantu mengurangi risiko diare yang berkaitan dengan penggunaan antibiotik. Namun, jenis dan waktu konsumsinya perlu disesuaikan dengan kondisi pasien serta anjuran tenaga kesehatan.
3. Tubuh sering terserang penyakit
Kondisi tubuh yang mudah terserang infeksi juga menjadi alasan untuk memperhatikan kesehatan usus.
Hal ini berkaitan dengan peran mikrobioma dalam mendukung sistem kekebalan tubuh. Keseimbangan mikroorganisme di saluran pencernaan turut berkontribusi terhadap fungsi pertahanan tubuh.
Meski demikian, seseorang yang sering mengalami infeksi tidak serta-merta mengalami gangguan mikrobioma. Pemeriksaan lebih lanjut tetap diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.