BUMN Jadi Penopang Ekonomi Bangsa, DPR Minta Perannya Lebih Aktif hingga Pelosok Negeri

pemerintahan | 26 Juli 2025 05:33

BUMN Jadi Penopang Ekonomi Bangsa, DPR Minta Perannya Lebih Aktif hingga Pelosok Negeri
Seminar Nasional “Peran BUMN dalam Memperkuat Ekonomi Dalam Negeri” yang digelar Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan BUMN di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta. (dok bhirawa)

JAKARTA, PustakaJc.co – Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memegang peran strategis dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini disampaikannya dalam Seminar Nasional bertajuk “Peran BUMN dalam Memperkuat Ekonomi Dalam Negeri” di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat, (25/7/2025).

“Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan: mulai dari ketidakpastian global, fluktuasi harga komoditas, hingga perlambatan ekonomi pascapandemi. Dalam situasi ini, sinergi antar pemangku kepentingan, khususnya peran aktif BUMN, sangatlah penting,” ujar Cucun. Dikutip dari harianbhirawa.co.id, Sabtu, (26/7/2025).

Ia menekankan, pemerintah telah mengupayakan reformasi struktural dan digitalisasi sektor ekonomi. Namun, dampaknya tetap membutuhkan dukungan konkret dari BUMN sebagai penggerak ekonomi riil.

“BUMN bukan sekadar entitas bisnis. Mereka mewakili sektor-sektor penting dan punya tanggung jawab sosial. Keterlibatan mereka harus menciptakan ekosistem yang kolaboratif dan berkeadilan,” tambahnya.

Senada, Anggota Komisi VI DPR RI Firnando H. Ganinduto menegaskan, BUMN berperan sebagai agen pembangunan yang menjalankan mandat negara, terutama dalam mewujudkan pemerataan ekonomi, penyediaan layanan dasar, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan UMKM.

“BUMN juga harus hadir di pelosok, termasuk Papua, sebagai bagian dari upaya mewujudkan keadilan ekonomi,” kata Firnando yang juga legislator dari Fraksi Partai Golkar.

Ia mendorong percepatan konsolidasi antar-cluster BUMN dan penguatan digitalisasi agar kerja mereka makin efisien, profesional, dan kompetitif, baik di tingkat nasional maupun global.

Dari sisi akademisi, pengamat ekonomi Universitas Katolik Atmajaya, Rosdiana Sijabat menekankan dua peran utama BUMN: peran ekonomi dan peran sosial. Menurutnya, BUMN wajib mencari keuntungan demi kontribusi dividen, pajak, dan non-pajak, sekaligus menjalankan kewajiban pelayanan publik atau public service obligation (PSO).

“BUMN harus profesional, tapi juga punya amanah sosial, terutama di wilayah 3T yang sering tidak tersentuh swasta,” tegas Rosdiana.

Ia memaparkan empat peran strategis BUMN:

1.Agen pembangunan proyek strategis nasional (PSN) untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 5,2% di 2025.

2.Pembentuk nilai ekonomi dengan aset mendekati 50% dari PDB Indonesia (lebih dari Rp22 ribu triliun).

3.Penopang APBN dengan kontribusi sekitar 18–19% setiap tahun.

4.Penyedia layanan publik esensial seperti energi, transportasi, dan telekomunikasi.

“Saat ini BUMN menyerap sekitar 90.000 tenaga kerja langsung, belum termasuk kemitraan dengan UMKM dan pekerja tidak langsung. Maka, kekuatan BUMN sangat menentukan ketahanan sektor strategis nasional,” pungkasnya.

BUMN diharapkan tak hanya fokus pada pertumbuhan angka dan laba, tetapi juga hadir nyata di tengah masyarakat. Sebab, pertumbuhan ekonomi yang merata hanya mungkin terwujud jika semua elemen bangsa, termasuk BUMN, menjalankan perannya secara aktif dan menyeluruh. (ivan)