SURABAYA, PustakaJC.co – Penertiban sukarelawan pengatur lalu lintas atau Supeltas yang akrab disebut Polisi Cepek di Surabaya menuai beragam tanggapan warga. Meski sebagian mengeluhkan cara mereka mengatur kendaraan yang masih asal-asalan, warga tetap menilai keberadaan Polisi Cepek membantu pengendara di titik-titik ramai.
Jessica Laurent, warga Ketabang, Kecamatan Genteng, mengaku sering terbantu saat melintas di jalan besar yang ramai. Baginya, kehadiran Polisi Cepek membuat putar balik kendaraan lebih mudah. Dilansir dari jawapos.com, Senin, (25/8/2025).
“Sejauh ini saya merasa terbantu. Apalagi di putar balikan jalan-jalan besar, seperti Jalan Diponegoro, itu kan lalu lintas ramai. Jadi mereka (Polisi Cepek) cukup membantu,” tutur Jessica, Senin, (25/8/2025).
Meski demikian, perempuan 24 tahun itu berharap para Polisi Cepek dibekali keterampilan agar tidak membahayakan pengguna jalan.
“Kadang ada polisi cepek yang asal nyetop kendaraan, tanpa tahu arah jelas. Bahkan sering lebih mengutamakan mobil yang kasih uang. Saya setuju kalau mereka dilatih,” tambahnya.
Pendapat serupa disampaikan Agustin Ardiani, warga Banyuurip, Kecamatan Sawahan. Ia menilai Polisi Cepek cukup membantu saat putar balik di jalan besar yang padat kendaraan.
“Sebenarnya merasa terbantu (dengan adanya Polisi Cepek). Saya kalau berangkat kerja, terus putar balik di jalan-jalan besar yang ramai lalu lalang kendaraan, itu merasa terbantu,” ujarnya.
Namun, Agustin juga pernah mengalami pengalaman kurang menyenangkan ketika diarahkan salah saat hendak putar balik bersama keluarganya.
“Jadi sebenarnya itu putar baliknya luas, Cuma dia (Polisi Cepek) ngarahinnya terlalu lebar ke kiri, jadi malah bingung sendiri. Padahal sisi kanan itu kosong,” ungkapnya.
Agustin berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tetap memberi ruang bagi keberadaan Polisi Cepek, tetapi dengan pendekatan pembinaan.
“Kalau bisa mereka tetap ada, tapi dibekali ilmu mengatur lalu lintas. Jadi benar-benar membantu, bukan membahayakan,” tandasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan penertiban Supeltas dilakukan demi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. Pemkot berencana menyiapkan pekerjaan yang lebih layak bagi mereka agar tidak lagi mengatur lalu lintas sembarangan.
Suara warga tersebut menjadi masukan penting bagi Pemkot Surabaya. Keberadaan Polisi Cepek memang masih dianggap membantu di titik-titik tertentu, namun peningkatan keterampilan dan pembinaan dinilai menjadi kunci agar mereka bisa tetap berperan positif tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas. (ivan)