Khofifah Tegaskan Distribusi Beras SPHP Harus Dipercepat Harga Masih Rp 14 Ribu per Kg

pemerintahan | 27 Agustus 2025 05:57

Khofifah Tegaskan Distribusi Beras SPHP Harus Dipercepat Harga Masih Rp 14 Ribu per Kg
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat sidak di Pasar Larangan, Sidoarjo. (dok jawapos)

SIDOARJO, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) harus dipercepat. Pasalnya, harga beras medium di sejumlah pasar tradisional masih berada di kisaran Rp 14.000 per kilogram, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 12.500 per kilogram.

“Stok beras di Bulog sebenarnya sangat aman. Tetapi distribusi beras SPHP yang belum lancar ini memicu naiknya harga di pasaran,” ujar Khofifah usai melakukan sidak di Pasar Larangan, Sidoarjo, dilansir dari jawapos.com, Rabu, (27/8/2025).

Dari total alokasi 173 ribu ton beras SPHP untuk Jawa Timur, realisasi penyaluran baru mencapai 5,73 persen. Menurut Khofifah, persoalan utama bukan pada ketersediaan stok, melainkan distribusi yang belum berjalan optimal.

Untuk mempercepat penyaluran, Pemprov Jatim menginstruksikan kepala daerah berkoordinasi dengan Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Mekanisme penyaluran kini wajib melalui aplikasi Klik SPHP agar distribusi lebih transparan dan terhindar dari penyalahgunaan.

“Bagi penjual atau distributor yang ingin mendapatkan pasokan beras SPHP wajib terdaftar dan tersertifikasi terlebih dahulu lewat aplikasi Klik SPHP. Itu agar tidak terjadi penyelewengan atau oplosan,” tegas Khofifah.

Gubernur menambahkan, kebutuhan beras medium jauh lebih tinggi dibanding beras premium. Antusiasme masyarakat terbukti besar ketika beras SPHP hadir di pasar dengan harga terjangkau.

“Beras SPHP peminatnya sangat besar. Kita harap kemampuan masyarakat untuk bisa menjangkau harga beras bisa terpenuhi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” ucapnya.

Pemprov Jatim berkomitmen memastikan pasokan beras SPHP merata dan berkelanjutan.

“Kami terus melakukan monitoring untuk mengatasi kendala di lapangan. Akhir Agustus ini mudah-mudahan sudah bisa dimaksimalkan supply beras medium terutama SPHP yang ada di dalam kewenangan Bulog,” pungkas Khofifah. (ivan)