Renovasi Grahadi Libatkan Ahli Cagar Budaya, Khofifah sebut Perusak Bukan Orang Jawa Timur

pemerintahan | 03 September 2025 05:09

Renovasi Grahadi Libatkan Ahli Cagar Budaya, Khofifah sebut Perusak Bukan Orang Jawa Timur
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberi keterangan soal rencana renovasi Gedung Negara Grahadi pascakebakaran, Surabaya. (dok jatimpos)

 

SURABAYA, PustakaJC.co — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan renovasi Gedung Negara Grahadi yang terbakar pada 30 Agustus segera dipercepat dengan melibatkan sejarawan dan ahli cagar budaya.

 

“Sejarawan dan pakar cagar budaya kita libatkan agar proses renovasi tetap sesuai kaidah pelestarian,” ujar Khofifah usai meninjau pasar murah di Jemur Wonosari, dilansir dari jatimpos.co, Rabu, (3/9/2025).

 

Menurutnya, pengamanan lokasi diperketat sembari menyiapkan tahap awal renovasi. “Hari ini sudah hampir putus untuk pengamanan karena renovasi segera dilakukan,” katanya.

 

 

 

Khofifah mengaku sedih melihat kayu jati berusia ratusan tahun yang hangus terbakar. Meski begitu, ia menegaskan pembiayaan masih dalam pembahasan. 

 

“Belum ada detail plan, tapi Kementerian PUPR membuka peluang dukungan anggaran,” jelasnya.

 

Soal kericuhan yang memicu kebakaran, Khofifah menegaskan aksi menyampaikan pendapat dijamin undang-undang, namun perusakan cagar budaya tidak bisa dibenarkan.

 

 

 

“Saya tidak yakin yang tega merusak Grahadi itu orang Jawa Timur. Saya percaya masyarakat Jatim baik. Mereka boleh orasi, mengkritik, menyampaikan pendapat, tapi tidak akan tega merusak warisan budaya,” tegas Gubernur jatim itu.

 

Sebagai informasi, bagian barat kompleks Grahadi terbakar saat kericuhan massa pada 30 Agustus lalu. Gedung bersejarah ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya yang wajib dilindungi. (ivan)