SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) untuk lebih berhati-hati dalam berucap, bertindak, dan berinteraksi, terutama di dunia digital.
“Hari ini kehati-hatian harus lebih dijaga mulai berucap, bertindak dan berinteraksi. Apa yang kita lihat ini tiba-tiba kemudian ada parameter-parameter serta indikator nilai yang muncul dan memiliki keserupaan perspektif,” ujar Khofifah saat memimpin apel bersama ASN di Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jatim, Senin, (8/9/2025).
Apel tersebut sekaligus menandai berakhirnya masa kerja fleksibel (flexible working arrangement) yang sebelumnya diberlakukan usai aksi unjuk rasa di Surabaya akhir Agustus lalu. Kini ASN Pemprov Jatim kembali bekerja secara penuh di kantor. Dilansir dari antaranews.com, Senin, (7/9/2025).
Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menyerahkan bantuan ganti rugi kepada ASN yang terdampak kebakaran Gedung Negara Grahadi. Erwin Sugiarta (staf Biro Administrasi Pimpinan) menerima Rp20 juta, Doni (staf Biro Umum) Rp10 juta, dan Wahyu (staf Biro Umum) Rp5,5 juta.
“Ada juga Pak Wahyu, itu tabungannya untuk 40 hari ibunya juga terbakar,” kata Khofifah.
Selain memberi perhatian kepada ASN terdampak, Khofifah membawa kabar baik bagi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK/P3K). Mulai Februari 2026, mereka akan menerima tambahan penghasilan pegawai (TPP) sebesar 50 persen dari kelas jabatan.
“Karena harus ada kinerjanya dulu, maka terhitung mulai Februari, P3K akan mendapatkan TPP sebesar 50 persen dari kelas jabatan,” tegasnya.
Untuk memperkuat karakter ASN di tengah derasnya arus digital, Khofifah menggagas kajian bulanan “Nasoihul Jaelani” yang berisi mutiara nasihat Syekh Abdul Qadir Jaelani. Kajian ini membahas akhlak, mulai dari kejujuran, kesabaran, kesederhanaan, hingga etika dalam menggunakan teknologi.
“Sekarang bukan hanya lisan yang harus berakhlak, tapi jari-jari ini juga harus berakhlak. Eranya ini adalah akhlak memberseiringi digital IT,” ungkapnya.
Khofifah berharap, penguatan akhlak ini menjadi ruh dalam diri ASN untuk menata hati, pola pikir, dan perilaku di tengah tantangan zaman.
“Saya minta itu nanti jadi kajian bulanan. Satu bulan sekali satu jam. Pertama dibahas soal akhlak dengan digital IT,” tutupnya. (ivan)