PALU, PustakaJC.co — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar Forum Silaturahmibersama masyarakat Sulawesi Tengah asal Jatim di Hotel Aston Palu, Jumat, (17/10/2025) malam. Kegiatan ini merupakan bagian dari misi dagang dan investasi untuk memperkuat pasar antar daerah.
Khofifah menegaskan, forum tersebut tidak hanya berorientasi pada transaksi ekonomi, tetapi juga transformasi teknologi pertanian, peternakan, dan perdagangan. Dilansir dari jatimpos.co, Sabtu, (18/10/2025).
“Tidak sekadar transaksi dagang, tetapi juga transfer teknologi pertanian dan peternakan dari Jatim ke Sulteng,” ujar Khofifah.
Ia menjelaskan, forum ini merupakan langkah memperkuat kemitraan perdagangan antarprovinsi sekaligus mengembangkan jaringan pasar dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka peluang kolaborasi lebih luas antara pelaku usaha Jatim dan Sulteng di berbagai sektor,” tambahnya.
Berdasarkan data 2023, total nilai perdagangan Jatim–Sulteng mencapai Rp4,693 triliun. Terdiri dari nilai bongkar (pembelian dari Sulteng) Rp1,357 triliun dan nilai muat (penjualan ke Sulteng) Rp3,336 triliun, sehingga surplus Rp1,978 triliun bagi Jatim.
Sebelumnya, misi dagang Jatim–Sulteng pada Februari 2022 menghasilkan komitmen transaksi Rp104,91 miliar dari 40 transaksi dagang.
Khofifah juga mengajak masyarakat Jatim di Sulteng berperan dalam pengembangan transformasi teknologi peternakan dan pertanian.
Ia mencontohkan, Jatim menjadi produsen sapi potong dan padi tertinggi nasional.
“Produksi sapi potong Jatim tertinggi se-Indonesia berkat pelatihan BBIB Singosari. Di sektor padi, produktivitas bisa mencapai 9 hingga 14 ton per hektare,” jelasnya.
Selain memperkuat kerja sama ekonomi, Khofifah juga menekankan pentingnya menjaga keguyuban dan kerukunan.
“Keguyuban dan kerukunan adalah kekuatan bangsa. Kita disatukan bukan karena suku, tapi karena We are Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny Lamadjido menyambut baik kehadiran Khofifah dan jajaran Pemprov Jatim.
“Pertemuan ini bukan hanya silaturahmi, tapi juga pengikat persaudaraan. Dengan semangat Nosarara Nosabatutu—Kita Bersaudara, Kita Bersatu,” ujarnya.
Reny berpesan agar masyarakat Jatim di Sulteng tetap menjadi duta persaudaraan dan perdamaian di manapun berada.
Acara yang berlangsung hangat ini turut dimeriahkan dengan Tari Geleng Ro’om dari Sumenep, Tari Remo, dan Tari Jatilan sebagai persembahan budaya dari Pemprov Jatim.
Pada kesempatan itu, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan tali asih Rp100 juta kepada paguyuban masyarakat Jatim di Sulteng.
Turut hadir Ketua TP PKK Prov. Sulteng Sry Nirwanti Bahasoan, Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin, pimpinan BUMD Jatim, dan ratusan warga Jatim di Sulteng. (ivan)