MOJOKERTO, PustakaJC.co - Komitmen Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam membangun keamanan berbasis partisipasi warga kembali berbuah prestasi. Ning Ita—sapaan akrabnya—dinobatkan sebagai Kepala Daerah Pembina Siskamling Terpadu Merah Putih Jogo Jawa Timur Terbaik V Tahun 2025.
Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam Rakor Forkopimda Provinsi, Kabupaten/Kota, dan Forkopimcam se-Jawa Timur di Grand City Convention and Exhibition Surabaya, Senin, (4/11/2025).
Capaian ini menjadi bukti keberhasilan Pemkot Mojokerto dalam menghidupkan kembali semangat gotong royong warga lewat sistem keamanan lingkungan (siskamling) yang solid dan berkelanjutan. Dilansir dark jatimpos.co, Rabu, (5/11/2025).
“Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh warga Kota Mojokerto yang telah bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan kita,” ujar Ning Ita.
Ia menegaskan, siskamling bukan sekadar ronda malam, tapi wujud nyata kepedulian sosial yang mempererat ikatan antarwarga.
“Lewat siskamling, kita belajar menjaga satu sama lain. Ini gotong royong yang hidup—menjaga rasa aman sekaligus kebersamaan,” tambahnya.
Tak hanya di tingkat kota, prestasi juga diraih unsur pelaksana di bawahnya. Lurah Meri Kota Mojokerto menyabet Terbaik V Pelaksana Siskamling Terpadu Merah Putih Jogo Jawa Timur 2025, sementara Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Meri juga meraih penghargaan Terbaik V Pembinaan Siskamling Terpadu.
Kolaborasi antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat di Kota Mojokerto dinilai menjadi kunci. Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi budaya bersama yang tumbuh dari kesadaran warga.
Langkah ini sejalan dengan Surat Edaran Mendagri Nomor 300.1.4/e.1/BAK tertanggal 3 September 2025 yang mendorong kepala daerah mengaktifkan kembali siskamling serta memperkuat peran Satlinmas di seluruh daerah.
Melalui penghargaan ini, Kota Mojokerto dianggap sukses menerjemahkan nilai “Jogo Jawa Timur” menjadi aksi nyata: menjaga keamanan dengan gotong royong dan kepedulian sosial yang hidup di tengah warga. (ivan)