Surabaya Raih Skor Hampir Sempurna Keterbukaan Informasi Publik 2025

pemerintahan | 01 Desember 2025 07:20

Surabaya Raih Skor Hampir Sempurna Keterbukaan Informasi Publik 2025
Pemkot Surabaya berhasil meraih predikat Terbaik Pertama Informatif untuk Kategori Pemerintah Daerah (Kabupaten/Kota) se-Jawa Timur. (dok bhirawa)

SURABAYA, PustakaJC.co - Pemerintah Kota Surabaya menegaskan dominasinya sebagai kota paling transparan di Jawa Timur setelah meraih predikat Terbaik Pertama Informatif pada Anugerah Keterbukaan Informasi Publik (KIP) 2025 yang digelar Komisi Informasi Jawa Timur di Bojonegoro, Sabtu, (29/11/2025).

 

Surabaya mencatat nilai nyaris sempurna, 99,90, menjadikannya kota dengan komitmen dan inovasi keterbukaan informasi paling progresif se-Jatim. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Senin, (1/12/2025).

 

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Surabaya, M. Fikser, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil konsistensi Wali Kota Eri Cahyadi beserta seluruh jajaran dalam membangun budaya transparansi.

 

 

“Keterbukaan informasi di Surabaya bukan sekadar memenuhi aturan. Ini sudah menjadi budaya kerja dan bagian dari pelayanan publik,” ujar Fikser, Minggu, (30/11/2025).

 

 

 

Pemkot Surabaya memasukkan target Indeks KIP dalam RPJMD dan meningkatkan anggaran layanan informasi hingga 62% dibanding tahun sebelumnya. Penguatan dilakukan lewat optimalisasi kanal resmi, percepatan layanan, serta pembentukan PPID hingga tingkat kelurahan.

 

Secara strategis, Surabaya menerapkan konsep “One Map, One Policy”, yang memudahkan penyajian data lintas sektor dan analisis kebijakan. Langkah ini diperkokoh melalui kerja sama data dengan Kemendagri dan BPS.

 

Fikser juga menyoroti inovasi digital sebagai pembeda utama Surabaya. Pemkot menghadirkan konsep “Satu Aplikasi, Semua Layanan” dengan integrasi website, aplikasi, hingga chatbot berfitur single sign-on dan tracking permohonan.

 

“Inovasi terdepan kami adalah pemanfaatan Generative AI untuk mempercepat layanan. Chat AI mampu menjawab seluruh pertanyaan layanan publik secara cepat dan sesuai regulasi,” jelasnya.

 

 

 

Layanan inklusif juga menjadi prioritas. Aplikasi dan website Pemkot dilengkapi fitur aksesibilitas berupa penyesuaian ukuran teks, kontras, grayscale, hingga font ramah baca. Untuk layanan fisik, disediakan petugas berbahasa isyarat serta alat Braille.

 

Prestasi ini diraih setelah Surabaya meraih nilai sempurna 100 pada tahap Self-Assessment Questionnaire (SAQ) dan Visitasi, jauh meningkat dari tahun 2024 yang hanya mencapai skor 93,49.

 

Ketua Komisi Informasi Jatim, Edi Purwanto, menegaskan bahwa keterbukaan informasi adalah kebutuhan demokrasi.

 

“Transparansi penting untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembangunan hingga pertanggungjawaban publik,” tegasnya. (ivan)