Pemprov Jatim Resmikan Gedung Baru Samsat Bangkalan, Layanan Publik dan Digitalisasi Diperkuat

pemerintahan | 12 Desember 2025 05:28

Pemprov Jatim Resmikan Gedung Baru Samsat Bangkalan, Layanan Publik dan Digitalisasi Diperkuat
Khofifah Indar Parawansa. (dok bhirawa)

BANGKALAN, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Gedung Bersama Samsat Bangkalan, Kamis, (11/12/2025). Gedung baru yang berdiri di atas lahan 7.500 m² dan bangunan seluas 3.170 m² ini disiapkan sebagai penguat layanan publik sekaligus percepatan transformasi digital Samsat Jatim.

 

Khofifah menegaskan bahwa fasilitas baru tersebut merupakan komitmen Pemprov Jatim dalam meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat Bangkalan. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Jumat, (12/12/2025).

 

“Peresmian hari ini menjadi pembuka bagi peningkatan pelayanan publik bagi masyarakat pengguna Samsat. Saya minta seluruh tim Samsat Bangkalan memastikan layanan lebih mudah, transparan, dan berorientasi kenyamanan,” ujar Gubernur Khofifah.

 

 

Khofifah juga menyoroti pentingnya integrasi layanan berbasis teknologi. Menurutnya, Pemprov terus memperkuat penggunaan aplikasi Samsat Digital Nasional (SIGNAL) serta e-Channel Samsat Jatim untuk mempercepat layanan dan meminimalisir antrean.

 

Ia meminta Bapenda Jatim sebagai motor TP2DD menjaga prestasi percepatan digitalisasi.

 

“TP2DD Jatim itu yang terbaik. Tolong dijaga. Selain layanan digital, layanan tatap muka juga harus cepat merespons keluhan masyarakat, baik melalui email, WA, maupun kanal komunikasi lainnya,” tegasnya.

 

 

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga meluncurkan 15 mobil baru Samsat Keliling yang akan beroperasi di berbagai titik di Bangkalan. Ia turut meresmikan Mushala Al Barakah serta menyaksikan penandatanganan perpanjangan kerja sama optimalisasi penerimaan pajak daerah antara Pemprov Jatim dan kabupaten/kota se-Provinsi Jawa Timur.

 

Kepala Bapenda Jatim, Bobby Soemiarsono, menjelaskan bahwa gedung Samsat baru dilengkapi fasilitas ramah disabilitas dan ruang pertemuan yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Ia menambahkan, pembaruan armada keliling dilakukan karena kendaraan lama telah berusia lebih dari 16 tahun.

 

“Mobil Samsat keliling baru ini dirancang mandiri dengan dukungan listrik dan perangkat lengkap, sehingga mampu memberikan layanan lebih durable dan menjangkau daerah terpencil,” jelas Boby. (ivan)