Pemprov Jatim Dinilai Aktif Perkuat Layanan KUA, Raih Anugerah Nasional

pemerintahan | 16 Desember 2025 06:10

Pemprov Jatim Dinilai Aktif Perkuat Layanan KUA, Raih Anugerah Nasional
Flayer Pemerintah Provinsi Jawa Timur menerima penghargaan Anugerah Layanan Kantor Urusan Agama (KUA) 2025 sebagai Pemerintah Provinsi Peduli Kantor Urusan Agama (KUA) dari Direktorat Bina Kantor Urusan Agama dan Keluarga Sakinah, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI. (dok jatimpos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur meraih Anugerah Layanan Kantor Urusan Agama (KUA) 2025 sebagai Pemerintah Provinsi Peduli KUA dari Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI.

 

Penghargaan tersebut diterima Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang diwakili Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jatim Imam Hidayat, pada malam Anugerah Layanan KUA 2025 di Nusantara Ballroom, Grand Serpong Hotel, Tangerang Selatan, Jumat, (12/12/2025).

 

Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama dalam memperkuat peran KUA sebagai pusat layanan keagamaan sekaligus pembinaan keluarga sakinah di tengah masyarakat. Dilansir dari jatimpos.co.id, Selasa, (16/12/2025).

 

“Penghargaan ini menjadi momentum untuk terus memperkuat KUA agar benar-benar hadir, melayani, dan membangun ketahanan keluarga,” ujar Khofifah di Surabaya, Minggu, (14/12/2025).

 

 

 

Menurutnya, penguatan KUA sejalan dengan komitmen Pemprov Jatim dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, serta berlandaskan nilai keagamaan yang moderat dan inklusif.

 

Pemprov Jatim, lanjut Khofifah, memandang KUA sebagai bagian penting dari strategi pembangunan berbasis masyarakat. Ketahanan keluarga dinilai menjadi fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial.

 

Selama ini, dukungan Pemprov Jatim terhadap KUA dilakukan melalui sinergi lintas perangkat daerah, kolaborasi dengan tokoh agama dan masyarakat, serta penguatan program pembinaan keluarga sakinah yang adaptif dengan kebutuhan lokal.

 

“Kami ingin KUA menjadi ruang layanan keagamaan yang dekat dengan masyarakat, responsif, dan mampu menjawab persoalan keluarga secara komprehensif,” tegasnya.

 

 

 

Khofifah juga menekankan peran strategis KUA sebagai garda terdepan pembinaan keluarga sejak pranikah, pendampingan rumah tangga, hingga edukasi keagamaan yang berdampak langsung pada ketahanan sosial.

 

Ia mengimbau seluruh kepala KUA untuk terus menanamkan pesan keharmonisan, toleransi, serta nilai kebhinekaan kepada calon pengantin sebagai bekal kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, dan berbangsa.

 

“Moderasi dan hubungan yang harmonis antarindividu, agama, suku, dan budaya harus terus dijaga karena Indonesia adalah bangsa yang multikultural,” tandasnya.

 

 

Di akhir, Khofifah berharap penghargaan ini menjadi motivasi untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama, khususnya KUA, dalam meningkatkan kualitas layanan keagamaan berbasis masyarakat secara berkelanjutan. (ivan)