Dinsos Jatim Ingatkan ASN Bijak Bermedsos, IKM Jadi Cermin Kualitas Layanan Publik

pemerintahan | 22 Desember 2025 05:32

Dinsos Jatim Ingatkan ASN Bijak Bermedsos, IKM Jadi Cermin Kualitas Layanan Publik
Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bertema Pengelolaan Informasi Publik di Era Digital tersebut diikuti oleh tim publikasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Sosial se-Jawa Timur. (dok bhirawa)

SURABAYA, PustakaJC.co - Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Timur menegaskan pentingnya etika bermedia sosial bagi aparatur pelayanan publik di tengah derasnya arus digitalisasi. Media sosial dinilai bukan sekadar sarana publikasi, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap citra institusi dan tingkat kepuasan masyarakat.

 

Penegasan tersebut disampaikan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Informasi Publik di Era Digital yang diikuti tim publikasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinsos se-Jawa Timur, Jumat, (12/12/2025), di Aula Dinsos Jatim. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Senin, (22/12/2025).

 

Sekretaris Dinsos Jatim, Yusmanu, mengingatkan bahwa setiap unggahan aparatur dapat berdampak luas. Karena itu, kehati-hatian dan tanggung jawab dalam bermedia sosial menjadi keharusan.

 

“Media sosial bisa sangat positif, tapi juga berpotensi menimbulkan persepsi negatif. Hindari flexing dan unggahan yang tidak perlu. Apa yang kita posting bisa dinilai siapa saja,” tegasnya.

 

 

 

Ia menambahkan, di era keterbukaan informasi saat ini, kinerja pelayanan publik tidak hanya diukur dari tata kelola internal, tetapi juga dari Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Pengelolaan informasi publik yang baik dinilai mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan sosial.

 

Dalam kesempatan itu, Yusmanu juga mengapresiasi capaian Dinsos Jatim yang berhasil meraih sejumlah penghargaan, mulai dari JPRA hingga SAKIP predikat AA. Menurutnya, prestasi tersebut harus dijaga secara kolektif oleh seluruh UPT.

 

“Capaian ini bukan hasil kerja satu pihak. Semua UPT harus ikut menjaga dan meningkatkan kualitasnya,” ujar Yusmanu.

 

Selain etika bermedia, peserta bimtek juga didorong untuk terus berinovasi dan terbuka terhadap praktik baik dari instansi lain. Ia menegaskan bahwa meniru inovasi bukanlah hal negatif selama bertujuan meningkatkan kualitas layanan.

 

“Amati, tiru, dan modifikasi. Tujuannya bukan menyalin, tetapi memperbaiki pelayanan sosial,” katanya.

 

 

 

Bimtek ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Rizqiani Putri dari Sinergi Bicara yang membahas perspektif netizen dan content creator, Akhyari Hananto dari Good News From Indonesia terkait strategi penyajian kabar positif sektor sosial, serta Herma Prabayanti dari Unesa yang memaparkan regulasi dan pengelolaan konten Instagram dan TikTok.

 

Materi keterbukaan informasi publik disampaikan oleh Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur, sementara penulisan laporan dan berita kehumasan dipaparkan oleh Makhsum.

 

Melalui kegiatan ini, Dinsos Jatim berharap tim publikasi UPT mampu menyajikan informasi yang informatif, edukatif, dan berdampak positif, sekaligus memperkuat kualitas pelayanan sosial di Jawa Timur. (ivan)