Pemprov Jatim Integrasikan Mangrove dengan Penguatan Ekonomi Hijau Pesisir

pemerintahan | 23 Desember 2025 18:01

Pemprov Jatim Integrasikan Mangrove dengan Penguatan Ekonomi Hijau Pesisir
Pemprov Jatim dorong hilirisasi mangrove dan ekonomi rendah karbon. (dok antara)

PACITAN, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengintegrasikan pengelolaan mangrove dengan penguatan ekonomi hijau sebagai upaya menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya di Kabupaten Pacitan.

 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pengembangan mangrove harus memberi dampak nyata bagi ekonomi warga. Menurutnya, pelestarian lingkungan tidak cukup berhenti pada rehabilitasi kawasan, tetapi perlu dilanjutkan dengan pengolahan bernilai tambah yang mampu menggerakkan ekonomi lokal. Dilansir dari antaranews.com, Selasa, (23/12/2025).

 

“Hilirisasi mangrove menjadi kunci agar pelestarian lingkungan berjalan seiring dengan peningkatan pendapatan masyarakat,” ujar Khofifah, Selasa.

 

 

Ia menjelaskan, pengelolaan mangrove dari hulu hingga hilir tidak hanya berfungsi melindungi kawasan pesisir dari abrasi, tetapi juga membuka peluang usaha bagi nelayan, pelaku UMKM, serta industri kecil menengah. Sejumlah produk turunan mangrove kini mulai dikembangkan, mulai dari bahan pewarna alami batik hingga produk olahan berbasis sumber daya pesisir.

 

Selain itu, Pemprov Jatim juga mendorong penerapan pembangunan rendah emisi melalui penggunaan energi ramah lingkungan dan sistem transportasi berkelanjutan sebagai bagian dari transisi menuju ekonomi hijau.

 

“Pembangunan rendah karbon membutuhkan komitmen bersama dan harus dimulai dari daerah,” kata Khofifah.

 

 

Upaya tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak. Yayasan Gajah Sumatera (Yagasu) menyatakan komitmennya untuk mendukung rehabilitasi mangrove di Jawa Timur dengan penyediaan bibit hingga dua dekade ke depan guna memastikan keberlanjutan ekosistem pesisir.

 

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengendalian DAS dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan RI Muhammad Zainal Arifin menyebut Jawa Timur sebagai provinsi dengan kawasan mangrove terluas di Pulau Jawa. Ia mencatat, dalam empat tahun terakhir luas mangrove di provinsi ini bertambah lebih dari 5.000 hektare.

 

“Capaian ini menunjukkan pengelolaan mangrove di Jawa Timur berjalan secara konsisten,” ujarnya.

 

 

 

Sementara itu, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengatakan penguatan mangrove sejalan dengan kebijakan daerah yang menjadikan kelestarian hutan dan pesisir sebagai investasi jangka panjang. Ia menyebut tutupan hutan di Pacitan hampir mencapai 70 persen dan menjadi modal penting pembangunan berkelanjutan.

 

Selain agenda lingkungan, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui dukungan UMKM serta penyaluran bantuan produktif bagi pelaku usaha ultra mikro di Pacitan. (ivan)