Kapolri Apresiasi Pendirian Museum Pahlawan Nasional Marsinah di Nganjuk

pemerintahan | 28 Desember 2025 08:14

Kapolri Apresiasi Pendirian Museum Pahlawan Nasional Marsinah di Nganjuk
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (tengah) bersama Gubernur Jatim (kiri). (dok antara)

NGANJUK, PustakaJC.co – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi pendirian Museum Pahlawan Nasional Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Museum tersebut menjadi bentuk penghormatan negara terhadap perjuangan Marsinah sebagai aktivis buruh yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

 

Apresiasi itu disampaikan Kapolri saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan museum di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Sabtu, (27/12/2025). Menurutnya, museum ini diharapkan mampu menjaga dan meneruskan semangat perjuangan Marsinah dalam memperjuangkan hak-hak buruh. Dilansir dari antaranews.com, Minggu, (28/12/2025).

 

“Semangat yang diwariskan almarhumah Marsinah harus terus dijaga, terutama dalam memperjuangkan hak buruh secara baik, terukur, dan sesuai aturan hukum,” ujar Kapolri.

 

 

Ia menegaskan, perjuangan buruh yang disampaikan dengan cara yang tepat tidak hanya memperjuangkan keadilan, tetapi juga menjaga iklim investasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang kondusif.

 

Kapolri juga berharap keberadaan museum tersebut dapat menjadi pusat aktivitas baru yang mendorong pergerakan ekonomi masyarakat sekitar, khususnya di Desa Nglundo. Ia menilai kunjungan buruh dari berbagai daerah berpotensi menghidupkan sektor UMKM lokal.

 

“Ke depan, museum ini bisa menjadi destinasi kunjungan buruh dari seluruh Indonesia dan memberi dampak ekonomi langsung bagi warga,” katanya.

 

 

 

Kapolri menargetkan pembangunan museum dapat rampung dan diresmikan bertepatan dengan peringatan Hari Buruh 2026. Ia berharap nilai perjuangan Marsinah dapat terus menginspirasi upaya mewujudkan Indonesia yang maju, sejahtera, dan kuat.

 

Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menegaskan pembangunan Museum Pahlawan Nasional Marsinah tidak menggunakan dana APBN maupun APBD.

 

“Pembangunan ini murni dari yayasan pekerja, donasi buruh, dan iuran. Buruh bersyukur memiliki pahlawan seperti Ibu Marsinah dan dengan sukarela ikut berkontribusi,” ujarnya.

 

 

 

Andi Gani juga menyampaikan bahwa rencana pembangunan museum telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto, yang menyatakan kesediaannya untuk hadir sekaligus meresmikan museum tersebut.

 

Ia turut mengapresiasi dukungan Kapolri dalam menjaga perjuangan buruh tetap berada dalam koridor hukum, sekaligus menjamin kebebasan berekspresi dan berdemokrasi sesuai aturan.

 

Peletakan batu pertama dilakukan di tanah kelahiran Marsinah, tepat di sebelah timur rumah masa kecilnya. Dalam kesempatan itu, Kapolri juga melakukan ziarah ke makam Marsinah.

 

Kakak almarhumah Marsinah, Marsini, mengaku terharu dan berterima kasih atas pembangunan museum tersebut. Ia menyebut lokasi pembangunan berada di tanah kelahiran adiknya yang memiliki nilai historis dan emosional bagi keluarga.