SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Masjid Nurul Hayat di lingkungan Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, Jalan Wisata Menanggal, Surabaya, Senin malam, (29/12/2025). Peresmian tersebut dirangkaikan dengan penyerahan Penghargaan Lingkungan Hidup Tahun 2025 serta kegiatan keagamaan.
Masjid Nurul Hayat dibangun sebagai simbol penguatan nilai spiritual sekaligus kepedulian terhadap lingkungan. Berdiri di sisi selatan kompleks kantor DLH Jatim, masjid ini dirancang dengan konsep modern bernuansa Islami dan ramah lingkungan. Dilansir dari surabayapagi.com, Rabu, (31/12/2025).
Pembangunannya memakan waktu sembilan bulan sembilan hari, berdiri di atas lahan sekitar 500 meter persegi dengan luas bangunan 225 meter persegi, serta mampu menampung hingga 300 jamaah. Kehadirannya diharapkan menjadi ruang ibadah representatif sekaligus tempat refleksi bagi ASN dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya keseimbangan antara profesionalisme kerja dan kecerdasan spiritual dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Kalau salatnya baik, insyaallah kerjanya baik. Kalau salatnya baik, insyaallah amanah dan jujur. Di situlah hubungan antara profesionalisme dan kecerdasan spiritual,” ujar Khofifah.
Menurutnya, penguatan spiritual menjadi fondasi penting dalam mendukung kebijakan dan program lingkungan hidup yang berkelanjutan. Ia juga mengapresiasi DLH Jatim yang tidak hanya membangun sarana ibadah, tetapi juga menata lingkungan kerja agar lebih hijau, nyaman, dan asri.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, Nurkholis, menyampaikan bahwa Masjid Nurul Hayat diharapkan menjadi sumber ketenangan dan keberkahan bagi seluruh pegawai dan tamu yang datang ke DLH Jatim.
“Masjid ini kami harapkan menjadi tempat ibadah yang nyaman sekaligus penguat nilai keimanan dalam menjalankan amanah menjaga lingkungan,” ujarnya.
Menariknya, Nurkholis turut terlibat langsung sebagai arsitek dalam perancangan masjid. Desainnya memadukan sentuhan modern dengan nuansa Islami serta selaras dengan karakter institusi lingkungan hidup.
Ia menjelaskan, pembangunan masjid dilakukan secara mandiri tanpa menggunakan dana APBD. Prosesnya dilakukan melalui gotong royong pegawai, dukungan mitra, serta jejaring pertemanan, sehingga menjadi simbol kebersamaan keluarga besar DLH Jatim.
“Selain sebagai tempat ibadah, pembangunan masjid ini juga berdampak pada penataan lingkungan kantor yang lebih tertib dan hijau, mulai dari penggunaan paving ramah lingkungan hingga penanaman puluhan pohon peneduh,” jelasnya.
Peresmian Masjid Nurul Hayat turut dihadiri sejumlah ulama dan tokoh agama, di antaranya Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur sekaligus Imam Besar Masjid Al Akbar Surabaya KH Ahmad Muzakki Al-Hafidz serta Prof. Dr. KH Ali Aziz yang memberikan tausiah.
Hadir pula Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, jajaran pimpinan OPD, perwakilan perguruan tinggi, BUMN, TNI, serta mitra strategis Pemprov Jatim.
Acara ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas rampungnya pembangunan masjid, sekaligus harapan agar Masjid Nurul Hayat menjadi pusat pembinaan spiritual, etika kerja, dan kepedulian lingkungan bagi keluarga besar DLH Provinsi Jawa Timur. (ivan)