SURABAYA, PustakaJC.co - Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni menekankan pentingnya pemanfaatan anggaran Rp5 juta per RW untuk memperkuat literasi digital, khususnya bagi kalangan pemuda. Kebijakan tersebut dinilai strategis untuk membekali generasi muda menghadapi tantangan era digital yang sarat disrupsi informasi.
Fathoni mengingatkan, kecerdasan buatan (AI) bisa menjadi alat bantu sekaligus ancaman jika disalahgunakan. Tanpa literasi digital yang kuat, manipulasi informasi berpotensi memicu hoaks hingga konflik sosial. Dilansir dari suarasurabaya.net, Jumat, (16/1/2026).
“Literasi digital menjadi kunci agar anak muda mampu berpikir kritis dan tidak mudah terpengaruh arus informasi yang menyesatkan,” ujar Fathoni, Kamis, (15/1/2026).
Ia mendorong Karang Taruna di tingkat kelurahan aktif menggelar ruang-ruang edukasi warga, seperti forum belajar bersama atau diskusi literasi digital, termasuk edukasi verifikasi informasi dan anti-hoaks.
Selain itu, anggaran kepemudaan juga diarahkan untuk penguatan digital marketing guna mendukung promosi UMKM lokal. Namun, Fathoni menegaskan dana tersebut bukan modal usaha, melainkan sarana pembinaan berbasis peningkatan keterampilan.
“Fokusnya peningkatan skill. Anak muda akrab dengan gadget, tinggal diarahkan agar produktif dan berdampak bagi lingkungan,” tegasnya.
DPRD Surabaya juga meminta Pemkot menyiapkan indikator keberhasilan dan sistem monitoring ketat. Evaluasi program, khususnya digital marketing, diusulkan dilakukan minimal tiga bulan setelah pelaksanaan dengan ukuran capaian yang konkret, seperti jumlah UMKM yang dipromosikan dan kualitas konten.
Camat sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) diminta aktif melakukan pengawasan dan evaluasi agar program berjalan efektif dan berkelanjutan. (ivan)