Lebih lanjut, Komisi D DPRD Jatim menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan ESDM Jatim bersama SKK Migas. Halim berharap hasil penelitian dapat segera diperoleh dan dipublikasikan secara terbuka kepada masyarakat.
“Dengan begitu, dari hasil tersebut dapat ditentukan langkah lanjutan yang perlu diambil. Transparansi hasil uji sangat penting agar masyarakat mendapatkan kepastian,” jelasnya.
Sementara itu, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur bersama SKK Migas dan Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi sumur air yang mengeluarkan cairan diduga mengandung minyak bumi di Dusun Duko, Desa Penyaksagan, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan.
Kepala Dinas ESDM Jatim, Aris Mukiyono, mengatakan bahwa kunjungan lapangan dilakukan untuk memastikan kondisi di lokasi sekaligus mengoordinasikan langkah penanganan awal bersama pihak-pihak terkait.
“Kami turun langsung ke lapangan bersama SKK Migas Perwakilan Jabanusa, PHE WMO, serta OPD Kabupaten Bangkalan untuk memastikan kondisi sumur dan potensi dampak yang mungkin timbul,” ujar Aris.