BOJONEGORO, PustakaJC.co – Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa akurasi data menjadi kunci utama keberhasilan penanganan kemiskinan di Indonesia. Karena itu, kepala desa memiliki peran strategis dalam memastikan validitas Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Penegasan tersebut disampaikan Gus Ipul saat Sosialisasi DTSEN di Pendopo Malowopati, Bojonegoro, Rabu, (21/1/2026), yang diikuti 28 camat, 419 kepala desa, 11 lurah, serta seluruh pilar sosial. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Kamis, (22/1/2026).
Menurut Gus Ipul, penanganan kemiskinan harus dilakukan secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan dari pusat hingga desa. Ia menegaskan, praktik pengelolaan data yang berjalan sendiri-sendiri tidak boleh terulang.
“Dulu semua punya data sendiri, jalan sendiri, evaluasi sendiri. Sekarang itu tidak boleh lagi,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pengelolaan data sosial ekonomi nasional kini berada di bawah Badan Pusat Statistik (BPS) sesuai Instruksi Presiden Nomor 4. Kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah bertugas membantu pemutakhiran agar data sesuai kondisi riil di lapangan.
“Data sebelum ke Jakarta ditandatangani bupati atau wali kota. Artinya, kepala desa, RT, RW, hingga operator desa punya peran yang sangat strategis,” ujar Gus ipul.
Gus Ipul juga menyoroti keluhan masyarakat terkait bantuan sosial yang tidak tepat sasaran. Menurutnya, persoalan tersebut harus diselesaikan melalui perbaikan data secara bersama, bukan saling menyalahkan.
Sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto, Kemensos mengusung prinsip “bansos sementara, berdaya selamanya”, agar bantuan sosial tepat sasaran dan mendorong kemandirian penerima.
Seluruh program sosial kini mengacu pada pembagian desil versi BPS, mulai desil satu (10 persen penduduk termiskin) hingga desil sepuluh. Kepala desa dan pendamping sosial diminta memastikan warga desil satu dan dua benar-benar sesuai kondisi di lapangan.
Menutup arahannya, Gus Ipul mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan “jihad data” demi menghadirkan keadilan sosial yang tepat sasaran dan berkelanjutan. (ivan)