MALANG, PustakaJC.co – Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (DPD APERSI) Jawa Timur menilai persoalan lahan dan perizinan daerah masih menjadi hambatan utama dalam merealisasikan Program Nasional (Prognas) Tiga Juta Rumah.
Ketua DPD APERSI Jatim, H. Makhrus Sholeh, menyebut melonjaknya harga tanah, khususnya di kawasan perkotaan strategis, membuat pengembang kesulitan menyesuaikan dengan batas harga rumah subsidi yang ditetapkan pemerintah. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Rabu, (28/1/2026).
“Di Jawa Timur, harga rumah subsidi melalui skema FLPP sudah ditetapkan Rp166 juta. Sementara harga tanah terus naik, terutama di lokasi strategis. Ini tantangan nyata di lapangan,” ujar Makhrus saat pembahasan bersama jajaran pemerintah di Kota Malang, Selasa, (27/1/2026).