Kadis Kominfo Jatim Dorong Mahasiswa Menjadi Agen Perubahan di Era Digital

pemerintahan | 29 Januari 2026 18:57

Kadis Kominfo Jatim Dorong Mahasiswa Menjadi Agen Perubahan di Era Digital
Kuliah Kebangsaan Penguatan Green Demokrasi dan Uji Kendali Mutu Mahasiswa yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) IBMT Surabaya. (dok kominfo)

SURABAYA, PustakaJC.co - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, mendorong mahasiswa untuk mengambil peran strategis sebagai agen perubahan di tengah pesatnya transformasi digital. Mahasiswa dinilai tidak lagi cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu menjadi produsen pengetahuan sekaligus pembentuk opini publik yang bertanggung jawab.

 

Hal tersebut disampaikan Sherlita saat mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam Kuliah Kebangsaan Penguatan Green Demokrasi dan Uji Kendali Mutu Mahasiswa yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) IBMT Surabaya, Kamis, (29/1/2026).

 

Menurutnya, tantangan mahasiswa di era digital semakin kompleks. Penguasaan teknologi harus dibarengi dengan kemampuan komunikasi yang cerdas, etis, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

 

“Mahasiswa hari ini bukan sekadar pengguna teknologi, tetapi juga produsen pengetahuan dan pembentuk opini publik. Karena itu, komunikasi yang dibangun harus mampu menciptakan pemahaman, menggerakkan perubahan, serta memberi nilai bagi masyarakat,” ujar Sherlita, dikutip dari kominfojatim.go.id, Kamis, (29/1/2026).

 

 

 

Ia menegaskan, penguatan kapasitas komunikasi, kepemimpinan, dan mentalitas bisnis menjadi fondasi penting dalam membangun demokrasi yang hijau, adaptif, dan berkelanjutan. Dunia pendidikan memiliki peran sentral dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara karakter, sosial, dan kepemimpinan.

 

“Kampus merupakan ruang strategis untuk membentuk pemimpin masa depan yang berpikir kritis, berintegritas, serta responsif terhadap isu lingkungan, sosial, dan ekonomi,” tambahnya.

 

Kuliah Kebangsaan ini mengangkat tema “Level Up Your Communication, Leadership, and Business Mentality” dan diikuti oleh civitas akademika STIE IBMT Surabaya, mulai dari dosen hingga mahasiswa. Kegiatan ini juga dirangkai dengan Uji Kendali Mutu Mahasiswa sebagai bagian dari evaluasi sekaligus penguatan kualitas lulusan.

 

 

Wakil Ketua VI Bidang Kemahasiswaan STIE IBMT Surabaya sekaligus Ketua Uji Kendali Mutu Mahasiswa, Iswati, menjelaskan bahwa uji kendali mutu tidak hanya dimaknai sebagai pengukuran capaian akademik semata, melainkan juga sebagai proses pembentukan karakter dan kompetensi mahasiswa secara menyeluruh.

 

“Mahasiswa dituntut tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi yang berdampak, kepemimpinan yang adaptif, serta mentalitas bisnis yang tangguh,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi wujud komitmen STIE IBMT Surabaya dalam menyiapkan lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia profesional yang semakin kompetitif dan dinamis.

 

Melalui Kuliah Kebangsaan ini, STIE IBMT Surabaya berharap mahasiswa mampu menyeimbangkan kemampuan akademik dengan soft skills, sekaligus menumbuhkan kesadaran sebagai agen perubahan yang berkontribusi positif bagi pembangunan daerah maupun nasional. (ivan)