Sebagai langkah preventif tambahan, Pemprov Jatim mengaktifkan kembali Satuan Tugas (Satgas) PMK yang melibatkan BPBD, aparat kewilayahan, serta unsur TNI dan Polri. Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perangkat kelurahan dan kecamatan turut dilibatkan dalam monitoring dan pendampingan peternak.
“Penanganan PMK tidak bisa setengah-setengah. Kami bergerak bersama lintas sektor untuk memastikan pengendalian PMK berjalan cepat, terpadu, dan efektif di lapangan,” ujarnya.
Di akhir, Khofifah mengimbau seluruh pemerintah daerah dan peternak meningkatkan kewaspadaan serta bersikap proaktif saat vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan ternak dilakukan.
“Kami mengajak semua pihak disiplin menerapkan manajemen pakan dan menjaga kesehatan ternak agar penyebaran PMK dapat ditekan dan keberlangsungan peternakan rakyat tetap terjaga,” pungkas Gubernur Jatim itu. (ivan)