Pemprov Jatim Buka Ruang Dialog Intensif demi Jaga Kepercayaan Investor Jepang

pemerintahan | 31 Januari 2026 14:49

Pemprov Jatim Buka Ruang Dialog Intensif demi Jaga Kepercayaan Investor Jepang
Suasana pertemuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya dan perwakilan perusahaan Jepang, membahas penguatan kerja sama investasi serta penyelesaian berbagai tantangan industri di Jawa Timur. (dok antara)

 

 

 

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya menjaga iklim investasi yang kondusif bagi perusahaan-perusahaan asal Jepang melalui penguatan dialog dan komunikasi berkelanjutan dengan para investor.

 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan, Pemprov Jatim siap mengawal kebutuhan dan tantangan yang dihadapi perusahaan Jepang dengan memfasilitasi forum pertemuan rutin bersama investor, yang dikoordinasikan melalui Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya. Dilansir dari antaranews.com, Sabtu, (31/1/2026).

 

Menurut Khofifah, forum tersebut menjadi ruang strategis untuk membahas berbagai persoalan yang kerap muncul di lapangan, mulai dari dinamika ketenagakerjaan hingga penyesuaian kebijakan pusat dan daerah yang berdampak pada operasional perusahaan.

 

“Pertemuan yang lebih intens diharapkan mampu melahirkan solusi konkret, sehingga aktivitas ekonomi di Jawa Timur tetap berjalan produktif dan berkelanjutan,” ujarnya dalam pertemuan bersama Konjen Jepang dan perwakilan perusahaan Jepang di Surabaya, Jumat, (30/1/2026) malam.

 

 

Ia mengakui, sejumlah wilayah industri di Jawa Timur seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, dan Pasuruan menghadapi tantangan berupa tingginya Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), yang menjadi salah satu perhatian investor. Selain itu, terdapat pula persoalan teknis operasional yang berkaitan dengan regulasi nasional maupun daerah.

 

Khofifah menegaskan, menjaga kepercayaan investor merupakan kunci agar perekonomian Jawa Timur tidak tersendat. Karena itu, Pemprov Jatim berkomitmen menjadi jembatan komunikasi antara dunia usaha dan pemangku kebijakan.

 

Sementara itu, Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Takonai Susumu mengungkapkan, saat ini terdapat 147 perusahaan Jepang yang berinvestasi di Jawa Timur, dengan dominasi sektor manufaktur sebanyak 93 perusahaan.

 

 

Ia menyambut positif rencana intensifikasi pertemuan antara Pemprov Jatim dan investor Jepang yang difasilitasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Menurutnya, langkah tersebut menjadi sinyal kuat keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga iklim investasi.

 

“Perusahaan-perusahaan Jepang merasa senang dengan adanya usulan ini. Mereka berharap kerja sama ekonomi antara Jepang dan Indonesia, khususnya di Jawa Timur, semakin erat ke depan,” kata Takonai. (ivan)