Cuaca Ekstrem Bertahan, Pemprov Jatim Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca

pemerintahan | 05 Februari 2026 05:38

Cuaca Ekstrem Bertahan, Pemprov Jatim Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca
Ilustrasi cuaca Surabaya hari ini hujan ringan. (dok detik)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melanjutkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang diprakirakan masih melanda sejumlah wilayah hingga 10 Februari 2026.

 

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan, OMC lanjutan pada Februari memanfaatkan sisa sortie penerbangan penyemaian awan yang belum terpakai pada Januari lalu. Dilansir dari suarasurabaya.net, Kamis, (5/2/2026).

 

“Masih ada sisa sortie Januari yang bisa kami optimalkan untuk OMC di bulan Februari,” ujar Gatot, Rabu, (4/2/2026).

 

 

Ia menjelaskan, potensi bencana hidrometeorologi masih cukup tinggi, terutama di daerah yang hingga kini belum sepenuhnya pulih dari banjir. Berdasarkan pantauan BPBD Jatim, sejumlah kecamatan di Lamongan dan Pasuruan masih terdampak luapan air hingga Rabu siang. Sementara di Sidoarjo dan Jember, kondisi banjir dilaporkan mulai surut.

 

Menurut Gatot, pelaksanaan modifikasi cuaca akan difokuskan pada wilayah yang dinilai memiliki risiko tinggi hujan lebat disertai angin kencang.

 

Sementara itu, BMKG Juanda memperingatkan potensi hujan intensitas tinggi yang disertai petir dan angin kencang masih berpeluang terjadi di sejumlah daerah Jawa Timur.

 

 

 

Cuaca ekstrem sebelumnya melanda Kota Surabaya pada Selasa, (3/2/2026), menyebabkan sekitar 30 pohon tumbang, papan reklame rusak, serta gangguan listrik di kawasan Jalan Kranggan akibat tiang listrik patah.

 

BPBD Jatim mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan rutin memantau informasi prakiraan cuaca guna meminimalkan risiko bencana.

 

“Informasi BMKG menunjukkan hujan dan angin masih berpotensi terjadi. Masyarakat perlu berhati-hati dalam beraktivitas,” tegas Kepala Pelaksana BPBD itu. (ivan)