Jatim Bersiap Hadapi Mudik Lebaran 2026, Khofifah Pastikan Transportasi dan BBM Aman

pemerintahan | 10 Maret 2026 10:06

Jatim Bersiap Hadapi Mudik Lebaran 2026, Khofifah Pastikan Transportasi dan BBM Aman
Khofifah Pastikan Transportasi Jatim Siap Hadapi Mudik Lebaran 2026. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan kesiapan sektor transportasi, bahan bakar minyak (BBM), hingga layanan kesehatan untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2026.

 

Hal itu disampaikan Khofifah saat menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Semeru 2026 di Kepolisian Daerah Jawa Timur, Surabaya, Senin, (9/3/2026).

 

Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memberikan layanan publik yang aman dan nyaman bagi masyarakat selama masa mudik. Dilansir dari antaranews.com, Selasa, (10/3/2026).

 

“Ini adalah gelar layanan publik yang bersifat sosial dan spiritual, sehingga harus menjadi semangat bersama dan insyaAllah menjadi bagian dari ibadah kita,” kata Khofifah.

 

 

Pemprov Jatim memproyeksikan sebanyak 24,90 juta orang atau sekitar 17,3 persen pemudik nasional akan masuk ke Jawa Timur pada Lebaran tahun ini.

 

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 17–18 Maret 2026, sedangkan arus balik diprediksi berlangsung pada 27 Maret 2026.

 

Selama masa Angkutan Lebaran 2026, jumlah penumpang angkutan umum di Jawa Timur diperkirakan mencapai 7,7 juta orang, meningkat 5,19 persen dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebanyak 7,3 juta penumpang.

 

Angka tersebut mencakup berbagai moda transportasi, mulai dari kereta api, bus, penyeberangan, hingga angkutan udara dan laut.

 

 

Untuk mendukung kelancaran mobilitas pemudik, pemerintah menyiapkan 6.637 bus, 148 rangkaian kereta api, 302 pesawat, 55 kapal laut, serta 71 kapal penyeberangan dengan total 241 perjalanan.

 

Selain itu, Pemprov Jatim juga mendirikan Posko Angkutan Lebaran untuk memantau arus mudik dan arus balik serta mengantisipasi berbagai potensi persoalan di lapangan.

 

Pengamanan dan kelancaran transportasi didukung 8.991 personel dari Dinas Perhubungan provinsi dan kabupaten/kota, PT Kereta Api Indonesia, serta sektor transportasi laut dan PT ASDP Indonesia Ferry.

 

Pemprov Jatim juga kembali menghadirkan program mudik gratis menggunakan bus, kapal laut, serta layanan pengangkutan sepeda motor.

 

 

Khofifah juga mengingatkan potensi kepadatan di jalur penyeberangan menuju Bali karena Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 jatuh pada 19 Maret 2026, bertepatan dengan puncak arus mudik.

 

Ia meminta antisipasi kemacetan di sekitar Pelabuhan Ketapang, mengingat selama Nyepi tidak ada aktivitas keluar masuk Pulau Bali.

 

Di sektor kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menyiapkan 343 dokter, 5.172 perawat, 44 tenaga kesehatan tradisional, serta 2.852 pengemudi ambulans.

 

Pemerintah juga menyiapkan layanan darurat Public Safety Center 119 untuk membantu masyarakat selama arus mudik dan arus balik.

 

Selain itu, Khofifah meminta PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan BBM dan elpiji tiga kilogram, serta meminta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi memantau kondisi cuaca dan aktivitas Gunung Semeru selama periode mudik. (ivan)