Khofifah Salurkan Bansos Rp13,2 Miliar di Jombang, Warga Rentan hingga UMKM Jadi Sasaran

pemerintahan | 12 Maret 2026 17:41

Khofifah Salurkan Bansos Rp13,2 Miliar di Jombang, Warga Rentan hingga UMKM Jadi Sasaran
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat menyalurkan berbagai program bansos di Jombang. (dok jatimpos)

JOMBANG, PustakaJC.co – Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan sosial senilai total Rp13,237 miliar kepada masyarakat di Kabupaten Jombang. Bantuan tersebut diserahkan dalam kegiatan Sapa Bansos Amaliah Ramadhan yang digelar di Pendopo Kabupaten Jombang, Rabu, (11/3/2026).

 

Program yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur ini menyasar berbagai kelompok masyarakat rentan, mulai dari lansia, penyandang disabilitas, hingga pelaku usaha kecil. Selain itu, bantuan juga diarahkan untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan desa. Dilansir dari jatimpos.co, Kamis, (13/3/2026).

 

Khofifah mengatakan bulan Ramadhan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sosial sekaligus memastikan perlindungan bagi masyarakat yang membutuhkan.

 

“Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat kepedulian dan gotong royong. Kami ingin memastikan perlindungan sosial dan penguatan ekonomi masyarakat terus berjalan agar warga yang membutuhkan dapat merasakan keberkahan Ramadhan dengan lebih tenang dan sejahtera,” ujar Khofifah.

 

 

Dari total bantuan tersebut, sekitar Rp5,367 miliar berasal dari program bantuan sosial Dinsos Jatim yang ditujukan bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

 

Program terbesar berasal dari PKH Plus dengan nilai Rp2,442 miliar bagi 1.221 lansia dalam keluarga penerima manfaat. Setiap lansia menerima bantuan sebesar Rp2 juta per tahun.

 

Selain itu, bantuan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) sebesar Rp709,2 juta diberikan kepada 197 penerima, masing-masing menerima Rp3,6 juta per tahun yang dicairkan secara triwulanan.

 

Bantuan juga disalurkan kepada 863 warga kategori kemiskinan ekstrem dengan total Rp1,294 miliar. Setiap penerima mendapatkan Rp1,5 juta untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar.

 

 

 

Pemprov Jatim juga memperkuat sektor ekonomi masyarakat melalui Program Kewirausahaan Inklusif Produktif (KIP) Jawa Timur Sejahtera atau Jawara. Program ini mencakup KIP PPKS Jawara senilai Rp186 juta bagi 62 penerima serta KIP Putri Jawara sebesar Rp300 juta bagi 100 perempuan pelaku usaha, masing-masing menerima Rp3 juta sebagai modal usaha.

 

Selain itu, bantuan permakanan sebesar Rp183 juta juga diberikan kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Penyandang Disabilitas (LKS PD) untuk memenuhi kebutuhan 40 penerima manfaat yang tinggal di lembaga tersebut.

 

Pemprov Jatim turut memberikan perhatian kepada para pilar sosial seperti SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan Taruna Siaga Bencana (Tagana). Sebanyak 122 orang menerima bantuan operasional atau tali asih dengan total Rp253 juta.

 

Tak hanya itu, zakat produktif dari BUMD Jawa Timur juga disalurkan kepada 50 pelaku usaha mikro dengan total Rp25 juta, masing-masing menerima Rp500 ribu untuk tambahan modal usaha.

 

“Harapan kami, bantuan ini tidak hanya menjadi penopang kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi penguat bagi masyarakat untuk bangkit dan mengembangkan usaha sehingga kesejahteraan dapat dirasakan secara berkelanjutan,” kata Khofifah.

 

 

 

Di sektor pemberdayaan desa, bantuan juga disalurkan melalui berbagai program. Di antaranya Program Desa Berdaya Rp200 juta untuk dua desa, Program Jatim Puspa Rp201,5 juta untuk satu desa, serta dukungan bagi BUMDes Rp200 juta untuk dua desa.

 

Selain itu terdapat Bantuan Keuangan Desa sebesar Rp2,4 miliar untuk 12 desa serta dukungan dari berbagai perangkat daerah Pemprov Jatim, termasuk sektor industri, perhubungan, pertanian, hingga infrastruktur jalan.

 

Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga menyerahkan bantuan aspal melalui program Pembinaan Jalan Kabupaten sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Jombang. (ivan)