Kabupaten Madiun Terima 250 Drum Aspal, DPUPR Prioritaskan Jalur Mudik Lebaran

pemerintahan | 14 Maret 2026 14:37

Kabupaten Madiun Terima 250 Drum Aspal, DPUPR Prioritaskan Jalur Mudik Lebaran
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan secara simbolis bantuan aspal kepada Bupati Madiun Hari Wuryanto. (dok jatimpos)

MADIUN, PustakaJC.co – Pemerintah Kabupaten Madiun menerima bantuan 250 drum aspal dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mendukung pemeliharaan jalan kabupaten. Bantuan tersebut disalurkan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Madiun Hari Wuryanto, Kamis, (12/3/2026).

 

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Madiun, Astutik Dyah Ningsih, mengatakan distribusi aspal dilakukan secara bertahap. Hingga saat ini, sebanyak 150 drum aspal sudah diterima oleh pemerintah daerah. Dilansir dari jatimpos.co, Sabtu, (14/3/2026).

 

“Untuk sementara baru datang sebanyak 150 drum,” kata Astutik, Jumat, (13/3/2026).

 

 

Sebelumnya, Pemkab Madiun mengusulkan bantuan sebanyak 500 drum aspal kepada Pemprov Jawa Timur. Namun, jumlah yang difasilitasi sebanyak 250 drum, atau sekitar separuh dari usulan tersebut. Jumlah itu sama seperti bantuan yang diterima pada tahun 2025.

 

Astutik menjelaskan, aspal tersebut akan masuk sebagai stok milik DPUPR Kabupaten Madiun dan digunakan untuk pemeliharaan berbagai ruas jalan sesuai kebutuhan.

 

“Bantuan itu akan masuk ke stok aspal milik DPUPR. Tidak ada penggunaan secara khusus di titik tertentu, yang terpenting digunakan untuk ruas jalan Kabupaten Madiun,” ujarnya.

 

 

Saat ini, bantuan tersebut belum langsung dimanfaatkan karena persediaan aspal yang dimiliki DPUPR masih mencukupi.

 

“Sementara ini karena masih ada stok aspal, jadi belum kami manfaatkan. Misalkan stok kami sudah habis dan belum datang lagi, baru kami gunakan,” katanya.

 

Di sisi lain, DPUPR Kabupaten Madiun tengah memprioritaskan pemeliharaan jalan yang berpotensi menjadi jalur mudik dan arus balik Lebaran. Beberapa ruas yang menjadi perhatian antara lain jalan di perbatasan Kabupaten Ngawi, perbatasan Kota Madiun, serta perbatasan Kabupaten Magetan.

 

Selain itu, sejumlah ruas lain juga masuk daftar prioritas pemeliharaan, seperti Balerejo–Moneng, Sumberbening–Krapyak, Blabakan–Randu Alas, Dungus–Kare, Sangen–Sewulan, hingga Kaibon–Ngujur.

 

“Kami mendahulukan titik ramai karena untuk melancarkan lalu lintas saat Hari Raya Idul Fitri, khususnya jalur-jalur alternatif,” ujar Astutik.

 

 

Ia menegaskan penanganan jalan dilakukan berdasarkan skala prioritas, namun bukan berarti pemerintah daerah mengabaikan ruas jalan di wilayah pelosok.

 

“Aspal ini butuh tenaga dan waktu. Mohon mengantre untuk wilayah-wilayah kecil. Kami tidak mengabaikan, cuma memang ada skala prioritasnya,” tuturnya. (ivan)