Di sektor energi, Khofifah memastikan ketersediaan BBM dan LPG dalam kondisi aman, termasuk selama Lebaran 2026. Namun, ia mengingatkan volatilitas harga energi global tetap menjadi tantangan ke depan.
Sebagai langkah jangka panjang, Pemprov Jatim mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Hingga kini, kapasitas EBT mencapai 709,13 MW dari berbagai sumber, mulai tenaga surya, air, biomassa hingga pengolahan sampah menjadi energi.
Kebijakan efisiensi energi dan belanja daerah juga terus dioptimalkan sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, melalui penerapan work from home (WFH), efisiensi perjalanan dinas, serta optimalisasi rapat daring.
Dalam menjaga ketahanan ekonomi masyarakat, Pemprov Jatim memperkuat dukungan terhadap UMKM melalui relaksasi dan restrukturisasi kredit guna menjaga keberlangsungan usaha di tengah tekanan biaya produksi.
Perlindungan sosial bagi kelompok rentan juga diperkuat melalui berbagai program, seperti PKH Plus, bantuan disabilitas, bantuan langsung tunai bagi buruh, serta dukungan permodalan bagi masyarakat miskin.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan panic buying. Pemerintah menjamin ketersediaan stok dan harga BBM subsidi tetap terkendali,” imbuhnya.