Dampak kemarau diprediksi meluas ke sektor pertanian. Pada puncak musim, sekitar 76,7 persen atau 921 ribu hektare lahan sawah berpotensi terdampak kekeringan. Padahal, total lahan baku sawah di Jatim mencapai lebih dari 1,2 juta hektare.
Meski demikian, Pemprov tetap menargetkan luas tanam padi 2026 mencapai 2,42 juta hektare, dengan daerah prioritas seperti Lamongan, Bojonegoro, Ngawi, Banyuwangi, dan Jember.
Untuk mengantisipasi, Pemprov menyiapkan strategi terpadu:
• sistem peringatan dini (early warning system),
• distribusi air bersih via truk tangki,
• pembangunan sumur bor dan embung,
• hingga operasi darat dan udara untuk penanganan karhutla.
Selain itu, masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan dan menggunakan air secara bijak.