Dorong Hilirisasi, Menko Pangan Targetkan Susu SAE Malang Tembus Pasar Lokal Tanpa Perantara

pemerintahan | 10 April 2026 06:13

Dorong Hilirisasi, Menko Pangan Targetkan Susu SAE Malang Tembus Pasar Lokal Tanpa Perantara
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengunjungi Koperasi Susu SAE, di Pujon, Kabupaten Malang. (dok antara)

 

MALANG, PustakaJC.co - Zulkifli Hasan mendorong Koperasi Susu SAE (KopSAE) di Pujon, Kabupaten Malang, segera melakukan hilirisasi produksi. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat rantai pasok susu sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.

Isi Berita:
Kunjungan Menko Pangan ke Koperasi SAE, Kamis, (9/4/2026), menjadi sinyal kuat dukungan pemerintah terhadap pengembangan industri susu berbasis koperasi. Saat ini, KopSAE telah mampu memproduksi sekitar 130 ribu liter susu segar per hari. Dilansir dati antaranews.com,. Jumat, (10/4/2026):

Menurut Zulkifli Hasan, kapasitas tersebut sudah cukup kuat untuk naik kelas ke tahap hilirisasi, yakni mengolah susu menjadi produk jadi seperti susu UHT.

“Kalau sudah jadi produk seperti UHT, bisa langsung suplai ke SPPG di Kabupaten Malang, Kota Malang, dan sekitarnya,” ujarnya.

Selama ini, distribusi susu dari KopSAE masih harus melalui pabrik di luar daerah, bahkan hingga ke Bandung. Kondisi ini membuat rantai distribusi lebih panjang dan nilai tambah tidak dinikmati langsung oleh koperasi.

Dengan hilirisasi, jalur distribusi bisa dipangkas, sekaligus mempercepat pasokan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Namun, rencana tersebut belum sepenuhnya berjalan mulus. Sekretaris Koperasi SAE, Nur Kayin, mengungkapkan bahwa kendala utama terletak pada keterbatasan modal untuk membangun fasilitas pengolahan.

“Alhamdulillah beliau mendukung. Kami akan segera menghitung kebutuhan biaya pembangunan pabrik dan sistemnya,” kata Nur Kayin.


Ia menambahkan, dalam dua hingga tiga bulan ke depan, pihak koperasi berencana menghadap pemerintah pusat untuk membahas realisasi pembangunan tersebut.

Saat ini, KopSAE memiliki sekitar 9 ribu ekor sapi perah dengan produktivitas rata-rata 14 liter per ekor per hari. Namun, hanya sekitar 2 persen produksi yang diolah, sementara sisanya masih dijual dalam bentuk susu segar ke industri.

Dorongan hilirisasi ini menjadi momentum penting bagi koperasi susu di Malang untuk naik kelas. Jika terealisasi, bukan hanya memperpendek rantai distribusi, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan bagi ribuan peternak lokal. (ivan)