Selain berdampak pada pertanian, musim kemarau juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Potensi kebakaran diperkirakan meningkat pada periode Juli hingga Oktober, terutama di kawasan hutan produksi dan lahan kering.

Emil menegaskan bahwa penanganan karhutla harus dilakukan sejak dini untuk mencegah meluasnya kebakaran.
“Pemadaman sejak awal menjadi kunci. Jika terlambat, api akan sulit dikendalikan, terutama di kawasan hutan dan lereng,” tegasnya.
Selain pendekatan teknis, pemerintah juga mengedepankan edukasi masyarakat. Penghematan penggunaan air, penerapan teknologi irigasi hemat air seperti drip irrigation, hingga penguatan kelembagaan kelompok tani terus didorong.