Optimalisasi bendungan juga dilakukan sebagai langkah strategis. Sejumlah bendungan di Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Nganjuk, dan Bojonegoro difungsikan sebagai tandon air untuk kebutuhan pertanian maupun domestik.
Di sektor pertanian, pemerintah mendorong penyesuaian pola tanam berbasis kalender musim. Langkah ini dinilai krusial agar produktivitas tetap terjaga meski ketersediaan air terbatas selama kemarau.
Data BPBD mencatat kawasan Pantai Utara dan wilayah Mataraman memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap kekeringan. Pada tahun sebelumnya, lebih dari 300 desa mengalami krisis air bersih saat puncak musim kemarau.