SURABAYA, PustakaJC.co – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menerima audiensi tim Sungai Watch di Surabaya, Rabu, (15/4/2026). Pertemuan ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat kolaborasi penanganan sampah sungai dengan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur.
Tim Sungai Watch yang dipimpin Gary Bencheghib bersama Made dan Nyoman tengah menjalankan aksi lari maraton dari Bali menuju Jakarta. Aksi tersebut menjadi simbol kampanye penyelamatan sungai sekaligus upaya meningkatkan kesadaran publik terhadap krisis sampah di aliran sungai.
Emil Dardak mengapresiasi dedikasi tim Sungai Watch yang konsisten menempuh jarak 23 hingga 25 kilometer setiap hari demi menyuarakan isu lingkungan.
“Ini sangat inspiratif. Bukan sekadar lari, tapi upaya nyata mengingatkan kita akan masalah besar, yaitu sungai yang dipenuhi sampah,” ujarnya.
Menurut Emil, kolaborasi dengan Sungai Watch akan dikombinasikan dengan berbagai inisiatif inovatif, termasuk pengolahan limbah plastik menjadi produk bernilai guna dan memiliki nilai artistik.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa tantangan terbesar dalam pengelolaan sungai bukan semata persoalan teknis, melainkan perilaku masyarakat. Ia menyoroti masih banyak warga di wilayah hulu yang belum menyadari dampak sampah yang dibuang, sementara masyarakat di hilir harus menanggung akibatnya.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Jatim bersama Sungai Watch akan mengadopsi pemasangan trash barriers atau alat penangkap sampah di aliran sungai. Teknologi ini sebelumnya telah diterapkan di Bali dan terbukti mampu menahan laju sampah sebelum mencemari wilayah yang lebih luas.
Melalui inovasi tersebut, diharapkan dapat terpetakan titik-titik dengan tingkat pencemaran tertinggi sekaligus menjadi dasar penguatan penegakan hukum.
“Dasar hukumnya sebenarnya sudah ada. Tinggal kita perkuat, misalnya melalui Peraturan Daerah, agar memungkinkan adanya tindakan tegas bagi pelanggar,” tegas Emil.
Dalam kesempatan tersebut, Emil juga menginstruksikan kepada Kepala DLH Jatim dan Dinas PU Sumber Daya Air untuk segera melakukan identifikasi menyeluruh terhadap sungai-sungai yang berpotensi dijadikan proyek percontohan.
Langkah ini diharapkan menjadi bukti keseriusan Pemprov Jatim dalam menangani persoalan sampah sungai yang selama ini kerap dianggap sulit diselesaikan.
Ia pun optimistis upaya ini mampu memulihkan kondisi sungai-sungai di Jawa Timur sekaligus mencegah pencemaran yang berdampak hingga ke wilayah lain.
“Sungai Watch ini lari dari Bali dan pintu provinsi pertama yang diketok adalah Jawa Timur. Ini kesempatan kita untuk mengakui sekaligus menyelesaikan masalah sampah sungai bersama,” pungkasnya.
!
Sementara itu, Gary Bencheghib menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Jawa Timur yang dinilai sebagai langkah awal penting dalam memperluas gerakan mereka.
“Kami tidak sabar menjalankan proyek percontohan di Jawa Timur, kemungkinan antara Probolinggo dan Situbondo nanti akan kami tentukan,” ujarnya.
Ke depan, Sungai Watch juga dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke sejumlah daerah lain di Jawa Timur, seperti Gresik, Lamongan, dan Tuban, guna membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
“Mari terus jaga sungai kita,” tutupnya. (ivan)