SURABAYA, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa merespons pandangan akhir (PA) fraksi-fraksi DPRD Jawa Timur terkait rekomendasi Panitia Khusus (Pansus) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Ia menegaskan bahwa kinerja BUMD tidak bisa disamaratakan, terutama dalam hal kontribusi dividen dan profitabilitas.
Pernyataan itu disampaikan Khofifah usai rapat paripurna bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansadan DPRD Jawa Timur di Surabaya, Selasa, (5/5/2026).
Menurutnya, seluruh BUMD di Jawa Timur telah berkomitmen menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta Key Performance Indicator (KPI) yang terukur. Namun, ia menilai evaluasi tidak dapat dilakukan secara generalisasi. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Kamis, (7/5/2026).
“Ini kan kayak digebyah-uyah (disamaratakan). Padahal Bank Jatim itu keuntungannya tertinggi di antara seluruh bank daerah di Indonesia,” ujar Khofifah.
Ia menjelaskan, perbedaan besaran dividen yang diterima tidak selalu mencerminkan penurunan kinerja, melainkan dipengaruhi kebijakan investasi, termasuk penguatan teknologi dan ekspansi layanan.
Salah satu contohnya adalah pengembangan layanan digital JConnect yang kini telah terkoneksi hingga Malaysia dan Arab Saudi.
“Teknologi itu kan sesuatu yang tidak murah. Jadi pengembangan JConnect, termasuk yang baru diluncurkan untuk Malaysia dan Saudi Arabia, itu adalah terobosan,” katanya.
Selain itu, Khofifah juga menyoroti peningkatan kinerja BUMD lain, yakni PT Petrogas Jatim Utama (PJU) yang disebut mengalami kenaikan kontribusi dividen terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Rp24 miliar menjadi Rp34 miliar.
Terkait Penyertaan Modal Daerah (PMD), ia menegaskan bahwa sejak menjabat pada 2019 tidak ada kebijakan PMD baru yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Sejak 2019 sampai hari ini belum ada APBD untuk PMD,” tegasnya.
Meski demikian, Khofifah menyatakan tetap terbuka terhadap rekomendasi DPRD Jatim, terutama yang berkaitan dengan penguatan tata kelola dan peningkatan produktivitas BUMD.
“Kita harus melakukan perbaikan-perbaikan. Saya menyambut baik semua rekomendasi, tetapi tidak bisa dinafikan juga ada BUMD yang kinerjanya meningkat,” pungkasnya. (ivan)