SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan HIV/AIDS menyusul tingginya jumlah kasus baru yang tercatat sepanjang 2025.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kasus HIV/AIDS di Jawa Timur mencapai 10.612 kasus pada 2025. Angka tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan kasus tertinggi secara nasional, disusul Jawa Barat sebanyak 9.212 kasus dan Jawa Tengah 6.057 kasus. Dilansir dari Sabtu, (13/6/2026).
Menanggapi data tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menjelaskan bahwa besarnya jumlah penduduk Jawa Timur turut memengaruhi tingginya angka kasus secara absolut.
“Secara matematis, jumlah penduduk kita sekitar seperenam dari total penduduk Indonesia. Karena itu, perbandingan harus melihat persentase dan angka absolut secara proporsional,” ujar Emil, Jumat, (12/6/2026).
Meski demikian, Emil menegaskan tingginya angka kasus HIV/AIDS tetap menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Menurutnya, berbagai penyakit menular seperti HIV dan tuberkulosis harus terus ditekan melalui langkah pencegahan dan penanganan yang lebih intensif.
Ia menekankan bahwa penanganan HIV/AIDS tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.
Untuk itu, Dinas Kesehatan Jawa Timur diminta memperkuat upaya preventif, memperluas tracing kasus, serta memastikan layanan kesehatan tersedia dan mudah diakses masyarakat.
“Semua ini perlu upaya kolektif yang akan semakin kita dorong. Satu warga yang mengalami masalah tersebut tetap menjadi perhatian kita. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan,” tegas Emil. (ivan)