Wisata Minat Khusus Jadi Tren Baru, Indonesia Dinilai Punya Peluang Besar Tarik Wisatawan Dunia

pemerintahan | 15 Juni 2026 05:16

Wisata Minat Khusus Jadi Tren Baru, Indonesia Dinilai Punya Peluang Besar Tarik Wisatawan Dunia
Dok bojonegoro kab

SURABAYA, PustakaJC.co - Tren pariwisata global tengah mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya wisatawan lebih banyak mencari hiburan dan destinasi populer, kini mereka cenderung menginginkan pengalaman yang lebih personal, autentik, dan memiliki makna mendalam selama perjalanan.

 

Perubahan tersebut mendorong berkembangnya konsep special interest tourism atau wisata minat khusus yang kini semakin diminati wisatawan domestik maupun mancanegara. Dengan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki, Indonesia dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat wisata minat khusus di dunia.

 

Berdasarkan proyeksi Indonesia Tourism Outlook 2025-2026, terdapat enam tren utama yang diperkirakan akan mendominasi sektor pariwisata nasional, yakni wisata budaya (cultural immersion), wisata ramah lingkungan (eco-friendly tourism), wisata alam dan petualangan, wisata kuliner dan gastronomi, wisata kebugaran (wellness tourism), serta bleisure yang menggabungkan perjalanan bisnis dan liburan.

 

 

Perkembangan tren tersebut juga tercermin dari meningkatnya minat wisatawan terhadap destinasi yang menawarkan pengalaman autentik. Sejumlah kawasan unggulan diproyeksikan mengalami pertumbuhan kunjungan yang cukup signifikan sepanjang 2026.

 

Bali diperkirakan mencatat pertumbuhan tertinggi, disusul Labuan Bajo, kawasan Borobudur-Yogyakarta-Prambanan, Lombok-Gili Tramena, hingga Raja Ampat. Mayoritas destinasi tersebut memiliki kekuatan utama pada keindahan alam, budaya lokal, dan pengalaman khas yang tidak ditemukan di tempat lain.

 

Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menyebut wisata alam dan bahari masih menjadi daya tarik utama Indonesia di mata wisatawan dunia. Sekitar 75 persen wisatawan yang datang ke Indonesia diketahui memiliki minat terhadap wisata berbasis alam.

 

Dari jumlah tersebut, sekitar 65 persen memilih wisata bahari sebagai pengalaman utama selama berkunjung ke Indonesia. Kondisi ini menunjukkan besarnya potensi sektor kelautan dan pesisir sebagai motor pertumbuhan industri pariwisata nasional.

 

 

Tak hanya menjadi daya tarik wisata, sektor wisata bahari juga berkontribusi besar terhadap perekonomian. Subsektor ini menyumbang sekitar 32 hingga 42 persen aktivitas ekonomi pariwisata dan memberikan kontribusi sekitar 1,5 hingga 2 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

 

Menurut Ni Luh, saat ini wisatawan tidak lagi hanya mencari kebahagiaan sesaat ketika berlibur. Mereka ingin memperoleh pengalaman yang mampu menciptakan keterhubungan emosional dengan alam, budaya, dan masyarakat setempat.

 

Perubahan perilaku wisatawan tersebut menjadi peluang besar bagi Indonesia yang memiliki ribuan pulau, keragaman budaya, serta bentang alam yang unik. Berbagai aktivitas seperti menyelam, pendakian gunung, wisata budaya, hingga petualangan alam kini semakin diminati sebagai bagian dari wisata minat khusus.

 

Namun di balik peluang tersebut, terdapat tantangan yang harus diperhatikan, terutama terkait aspek keselamatan dan profesionalisme pelaku wisata.

 

 

Pemerintah terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan dan sertifikasi bagi pelaku industri pariwisata. Langkah ini dilakukan untuk memastikan standar keamanan dan kenyamanan wisatawan dapat terpenuhi secara optimal.

 

Berbagai program peningkatan keselamatan wisata juga mulai digencarkan, khususnya pada sektor wisata bahari dan wisata petualangan yang memiliki tingkat risiko lebih tinggi dibanding wisata konvensional.

 

Di tengah perubahan tren global, wisata minat khusus diperkirakan akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan pariwisata Indonesia dalam beberapa tahun mendatang. Dengan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki, Indonesia tidak hanya menjual destinasi, tetapi juga menawarkan pengalaman yang mampu meninggalkan kesan mendalam bagi setiap wisatawan. (int)