Tidak hanya unggul di tingkat nasional, rumah sakit rujukan terbesar di Indonesia Timur tersebut juga mencatat prestasi membanggakan di level internasional.
RSUD Dr Soetomo menempati peringkat ke-58 dunia untuk kategori Overall, peringkat ke-22 dunia pada kategori Societal, peringkat ke-35 Asia untuk kategori Overall, peringkat ke-6 Asia pada kategori Societal, serta peringkat ke-55 ASEAN untuk kategori Overall dan peringkat ke-19 ASEAN pada kategori Societal.
Khofifah menegaskan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen rumah sakit yang selama ini berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Capaian ini adalah hasil kerja kolektif. Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh dokter, perawat, tenaga kesehatan, peneliti, manajemen, dan semua pihak yang telah mengabdikan tenaga dan pikirannya untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Khofifah, tantangan sektor kesehatan saat ini menuntut rumah sakit tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan medis semata. Rumah sakit juga harus menjadi pusat penelitian, inovasi, pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan tenaga kesehatan, serta memberikan manfaat sosial yang luas.
Keberhasilan RSUD Dr Soetomo meraih peringkat tertinggi pada kategori Research dan Societal dinilai menunjukkan bahwa arah pengembangan layanan kesehatan di Jawa Timur telah berada pada jalur yang tepat.
“Rumah sakit masa depan harus menjadi pusat keunggulan yang mengintegrasikan pelayanan, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. RSUD Dr Soetomo telah menunjukkan peran tersebut dengan sangat baik,” tegasnya.