RSUD Dr Soetomo Jadi Nomor 1 Nasional, Khofifah: Bukti Layanan Kesehatan Jatim Diakui Dunia

pemerintahan | 22 Juni 2026 12:48

RSUD Dr Soetomo Jadi Nomor 1 Nasional, Khofifah: Bukti Layanan Kesehatan Jatim Diakui Dunia
Dok biro adpim jatim

SURABAYA, PustakaJC.co - Kabar membanggakan kembali datang dari Jawa Timur. RSUD Dr Soetomo Surabaya berhasil meraih peringkat pertama nasional dalam SCImago International Rankings (SIR) 2026 sektor kesehatan (Health Sector).

 

Prestasi tersebut mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang menyebut capaian tersebut sebagai bukti bahwa kualitas layanan kesehatan Jawa Timur semakin diakui di tingkat internasional.

 

“Alhamdulillah, capaian ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Jawa Timur sekaligus Indonesia. RSUD Dr Soetomo berhasil membuktikan bahwa rumah sakit daerah mampu tampil sebagai institusi kesehatan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global,” ujar Khofifah, Minggu (22/6/2026).

 

Menurut Khofifah, penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian dalam sebuah pemeringkatan internasional. Lebih dari itu, prestasi tersebut mencerminkan keberhasilan transformasi layanan kesehatan yang dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan kualitas pelayanan medis, penguatan riset, inovasi, hingga kontribusi sosial bagi masyarakat.

 

SCImago International Rankings (SIR) sendiri merupakan pemeringkatan internasional yang mengukur kinerja institusi berdasarkan tiga indikator utama, yakni Research (penelitian), Societal (dampak sosial), dan Innovation (inovasi).

 

Berdasarkan hasil pemeringkatan tahun 2026, RSUD Dr Soetomo menempati peringkat pertama di Indonesia pada seluruh kategori penilaian, yakni Overall Rank, Research Rank, dan Societal Rank.

 

Tidak hanya unggul di tingkat nasional, rumah sakit rujukan terbesar di Indonesia Timur tersebut juga mencatat prestasi membanggakan di level internasional.

 

RSUD Dr Soetomo menempati peringkat ke-58 dunia untuk kategori Overall, peringkat ke-22 dunia pada kategori Societal, peringkat ke-35 Asia untuk kategori Overall, peringkat ke-6 Asia pada kategori Societal, serta peringkat ke-55 ASEAN untuk kategori Overall dan peringkat ke-19 ASEAN pada kategori Societal.

 

Khofifah menegaskan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen rumah sakit yang selama ini berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

 

“Capaian ini adalah hasil kerja kolektif. Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh dokter, perawat, tenaga kesehatan, peneliti, manajemen, dan semua pihak yang telah mengabdikan tenaga dan pikirannya untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.

 

Menurut Khofifah, tantangan sektor kesehatan saat ini menuntut rumah sakit tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan medis semata. Rumah sakit juga harus menjadi pusat penelitian, inovasi, pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan tenaga kesehatan, serta memberikan manfaat sosial yang luas.

 

Keberhasilan RSUD Dr Soetomo meraih peringkat tertinggi pada kategori Research dan Societal dinilai menunjukkan bahwa arah pengembangan layanan kesehatan di Jawa Timur telah berada pada jalur yang tepat.

 

“Rumah sakit masa depan harus menjadi pusat keunggulan yang mengintegrasikan pelayanan, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. RSUD Dr Soetomo telah menunjukkan peran tersebut dengan sangat baik,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Khofifah memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus memperkuat transformasi layanan kesehatan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan sarana dan prasarana, pemanfaatan teknologi kesehatan, serta penguatan riset yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

 

Ia optimistis keberhasilan RSUD Dr Soetomo akan menjadi inspirasi bagi rumah sakit lain di Jawa Timur untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dan memperkuat daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

 

“Kita ingin rumah sakit-rumah sakit di Jawa Timur tidak hanya unggul dalam pelayanan, tetapi juga menjadi pusat inovasi dan rujukan dunia. Dengan kerja keras dan kolaborasi, saya optimistis Jawa Timur akan terus menjadi episentrum layanan kesehatan berkualitas di Indonesia,” katanya.

 

Di akhir pernyataannya, Khofifah berharap capaian tersebut tidak membuat seluruh jajaran rumah sakit cepat berpuas diri. Sebaliknya, penghargaan itu harus menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

 

“Penghargaan dan peringkat adalah pengakuan atas kerja keras. Tetapi yang paling utama adalah bagaimana kehadiran rumah sakit benar-benar memberikan manfaat, menghadirkan harapan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Itulah tujuan utama yang harus terus kita jaga bersama,” pungkasnya.

(int)