SIDOARJO, PustakaJC.co – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, dr. Benjamin Kristianto, menginisiasi program operasi bibir sumbing dan sumbing langit-langit gratis bagi masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap akses layanan kesehatan. Program yang digelar bekerja sama dengan RS Sheila Medika itu diharapkan dapat membantu pasien dari keluarga kurang mampu sekaligus menjadi kegiatan sosial yang berkelanjutan.
Kegiatan bakti sosial tersebut berlangsung di RS Sheila Medika, Sidoarjo, Sabtu, (4/7/2026). Sejumlah pasien dari berbagai daerah mengikuti operasi setelah dinyatakan memenuhi persyaratan medis yang telah ditetapkan tim dokter. Dilansir dari jatimpos.co, Minggu, (5/7/2026).
Benjamin mengatakan penanganan bibir sumbing sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Selain memperbaiki kondisi fisik, operasi juga berperan penting dalam mendukung kemampuan berbicara, proses makan, hingga tumbuh kembang anak secara optimal.
“Itu kan buat mempermudah dia juga dalam fonasi katanya. Secara medis itu takutnya tersedak. Jadi jangan sampai terjadi, makanya kita lakukan pada bayi supaya pada saat dia udah sekolah, masuk SD gitu ataupun playgroup, bibirnya sudah rapi,” ujar Benjamin.
Legislator Fraksi Partai Gerindra dari daerah pemilihan Sidoarjo itu menegaskan seluruh tindakan operasi diberikan secara cuma-cuma tanpa membebani masyarakat. Program tersebut murni merupakan pelayanan sosial sehingga peserta tidak diwajibkan menggunakan BPJS maupun membayar biaya tindakan.
“Ini gratis ya, jadi enggak pakai BPJS, ini memang sosial. Jadi tidak dipungut biaya sama sekali gitu, ini bener-bener sosial pelayanan buat masyarakat,” tegasnya.
Benjamin juga memastikan pendampingan terhadap pasien tidak berhenti setelah operasi selesai. Tim medis akan terus memantau hingga proses penyembuhan berlangsung dengan baik. Sementara bagi pasien yang berasal dari luar kota maupun luar pulau, kontrol pascaoperasi dapat dilakukan di fasilitas kesehatan terdekat agar lebih mudah dijangkau.
“Jadi pokoknya kita akan menangani sampai dia tuntas semuanya, sampai lukanya sembuh begitu ya. Kalau kontrol luka kan gampang, di mana pun dia bisa lakukan sebenarnya. Kalau Madura, hanya kontrol luka enggak perlu terlalu jauh kan dia bisa lakukan di tempat sana, yang penting kan operasinya,”lanjutnya.
Dalam pelaksanaannya, rumah sakit menerapkan standar medis demi menjaga keselamatan pasien. Untuk operasi bibir sumbing, bayi harus berusia minimal tiga bulan dengan berat badan sedikitnya lima kilogram. Sedangkan operasi sumbing langit-langit hanya dilakukan pada anak berusia minimal 10 bulan dengan berat badan minimal 10 kilogram sehingga dinilai aman menjalani proses anestesi.
Benjamin berharap kegiatan sosial tersebut dapat terus berlanjut karena kebutuhan masyarakat terhadap operasi bibir sumbing masih cukup tinggi. Ia pun menargetkan program serupa dapat dilaksanakan secara rutin setiap bulan agar semakin banyak pasien yang memperoleh kesempatan menjalani operasi tanpa terkendala biaya.
Masyarakat yang ingin mengikuti program operasi bibir sumbing gratis berikutnya dapat memperoleh informasi maupun melakukan pendaftaran melalui Front Office (FO) RS Sheila Medika di nomor 0822-4425-1088 atau Instalasi Gawat Darurat (IGD) di nomor 0878-0888-9988. Program ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan layanan operasi bibir sumbing secara aman, profesional, dan tanpa biaya. (ivan)