Pasar Murah Pemprov Jatim di Sampang Catat Transaksi Rp60,6 Juta

pemerintahan | 23 Juli 2026 13:29

Pasar Murah Pemprov Jatim di Sampang Catat Transaksi Rp60,6 Juta
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan Pasar Murah ke-85 yang digelar Pemprov Jatim melalui Disperindag Jatim di Halaman Kantor Kecamatan Camplong. (dok kominfo)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim kembali menggelar Pasar Murah di Halaman Kantor Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang. Kegiatan yang merupakan pasar murah ke-85 tersebut berhasil mencatat transaksi sebesar Rp60,6 juta dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut meninjau langsung pelaksanaan pasar murah tersebut, Selasa, (21/7/2026).

 

Program pasar murah menjadi salah satu langkah strategis Pemprov Jatim untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus memperkuat daya beli. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Kamis, (23/7/2026).

 

Berdasarkan data Disperindag Jatim, total nilai transaksi selama kegiatan mencapai Rp60.600.000. Dari jumlah tersebut, transaksi komoditas bahan pokok mendominasi dengan nilai Rp54.540.000, sedangkan transaksi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai Rp6.060.000.

 

Tingginya minat masyarakat terlihat dari sejumlah komoditas yang habis terjual. Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 600 sak ludes diserap masyarakat. Selain itu, gula pasir sebanyak 200 kilogram, minyak goreng 360 liter, telur ayam ras 200 kilogram, bawang merah 20 kilogram, bawang putih 20 kilogram, tepung terigu 60 kilogram, cabai rawit merah 15 kilogram, dan cabai merah besar 15 kilogram juga habis terjual.

 

 

Sementara itu, penjualan beras premium mencapai 65 sak dari total stok 100 sak yang disediakan. Komoditas daging ayam ras juga mencatat penjualan sebanyak 100 kilogram dari stok 140 kilogram.

 

Gubernur Khofifah mengatakan, pasar murah merupakan salah satu instrumen penting pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini juga menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah melalui penyediaan bahan pangan dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.

 

Menurutnya, pelaksanaan pasar murah secara rutin di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan sehingga gejolak harga dapat ditekan. Langkah tersebut juga menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dari dampak kenaikan harga pangan.

 

Selain menyediakan kebutuhan pokok, pasar murah juga memberi ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produknya. Kehadiran stan UMKM diharapkan mampu meningkatkan omzet pelaku usaha sekaligus memperluas akses pasar bagi produk-produk lokal.

 

Pemprov Jatim berkomitmen terus melaksanakan pasar murah secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi daerah. Melalui sinergi dengan berbagai pihak, pemerintah berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, inflasi tetap terkendali, dan roda perekonomian lokal terus bergerak positif. (ivan)