Cahyo DPRD Jatim Minta HAN 2026 Perkuat Perlindungan Anak

pemerintahan | 25 Juli 2026 07:48

 

Di samping itu, Cahyo meminta perhatian terhadap persoalan eksploitasi ekonomi anak, perkawinan usia anak, tindak pidana perdagangan orang, anak yang berhadapan dengan hukum, hingga anak-anak yang hidup maupun bekerja di jalanan.

 

Ia menilai penyelesaian berbagai persoalan tersebut tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, sekolah, keluarga, aparat penegak hukum, masyarakat, dunia usaha, dan media agar perlindungan anak dapat berjalan secara optimal.

 

“Setiap anak di Jawa Timur, tanpa memandang kondisi ekonomi, latar belakang, tempat tinggal, maupun kondisi disabilitas, harus memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, sehat, aman, menyampaikan pendapat, dan mengembangkan potensinya secara optimal,” tegas Cahyo.

 

Ia berharap semangat Hari Anak Nasional 2026 mampu menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan yang benar-benar ramah anak. Dengan kolaborasi semua pihak, pemenuhan hak anak di Jawa Timur diharapkan semakin merata sehingga setiap anak dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan terlindungi. (ivan)